Ahad 30 Jan 2022 18:59 WIB

Pemuda DMI Ajak Umat Islam Makmurkan Masjid

Paham radikal itu bertentangan dengan salah satu manfaat sholat.

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Agung Sasongko
ILUSTRASI SUNSET, MENARA MASJID, ILALANG, SILUET
Foto: Republika/Yogi Ardhi Cahyadi
ILUSTRASI SUNSET, MENARA MASJID, ILALANG, SILUET

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Departemen Kaderisasi Pemuda dan Remaja Masjid PP DMI, Ahmad Syarifudin, mengatakan, salah satu manfaat sholat adalah menjauhkan diri dari perbuatan mungkar dan keji. Artinya orang yang rajin sholat di masjid memahami betul bagaimana caranya menjauhi perbuatan mungkar dan keji.

"Paham radikal itu bertentangan dengan salah satu manfaat sholat, yaitu menjauhkan diri dari perbuatan mungkar dan keji," kata  kepada Republika, Ahad (30/1/2022).

Baca Juga

Ia menjelaskan, perbuatan mungkar dan keji tidak hanya sikap radikal, tapi korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) juga termasuk perbuatan mungkar dan keji. Kalau di negeri ini masih banyak orang melakukan KKN, mungkin karena mereka tidak rajin sholat di masjid.

Syarifudin juga mengingatkan, Islam adalah agama yang mengajarkan kedamaian dan memberi petunjuk bagi umat manusia agar bersama-sama selamat di dunia dan akhirat. Karena itu, Islam melarang manusia untuk berbuat jahat, berbuat kerusakan dan serakah akibat terlalu mencintai dunia seperti para koruptor.

Pemuda DMI mengajak masyarakat Muslim untuk lebih rajin beribadah di masjid guna memakmurkan dan dimakmurkan masjid. "Umat Islam jangan terpengaruh dengan narasi yang mengatakan masjid tempat orang-orang yang terpapar paham radikal," ujar Syarifudin.

 

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement