Selasa 01 Feb 2022 21:15 WIB

Menhan Israel: Kami tidak akan Promosikan Perjanjian dengan Palestina

Menhan Israel: Kami tidak akan Promosikan Perjanjian dengan Palestina.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Muhammad Hafil
Menhan Israel: Kami tidak akan Promosikan Perjanjian dengan Palestina. Foto:  Tentara Israel berdiri di samping mobil yang menurut pemilik Palestina ban mereka disayat dan disemprot dengan Bintang Daud dan Ibrani oleh pemukim Yahudi, di desa Qira dekat kota Salfit, Tepi Barat, Ahad 23 Januari 2022.
Foto: AP/Majdi Mohammed
Menhan Israel: Kami tidak akan Promosikan Perjanjian dengan Palestina. Foto: Tentara Israel berdiri di samping mobil yang menurut pemilik Palestina ban mereka disayat dan disemprot dengan Bintang Daud dan Ibrani oleh pemukim Yahudi, di desa Qira dekat kota Salfit, Tepi Barat, Ahad 23 Januari 2022.

IHRAM.CO.ID,TEL AVIV – Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz mengatakan, negaranya tidak akan merundingkan kesepakatan diplomatik dengan Palestina. Kendati demikian, dia menekankan, peluang pembicaraan antara kedua belah pihak pada masa mendatang harus dibiarkan terbuka.

"Kami tidak akan mempromosikan perjanjian diplomatik, tetapi kita harus tetap berhubungan sehingga cakrawala diplomatik akan memungkinkan untuk memastikan keamanan kita, kekuatan internasional kita, dan kelanjutan visi Zionis," kata Gantz kepada parlemen Israel, Senin (31/1), dikutip laman Middle East Monitor.

Baca Juga

Pernyataan tersebut merupakan tanggapan atas mosi tidak percaya yang diajukan oleh Partai Likud mengenai pertemuan Gantz dengan Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas belum lama ini. Menurut dia, pertemuannya dengan Abbas adalah untuk kepentingan keamanan Israel.

Gantz berpendapat, hubungan baik dengan Otoritas Palestina sangat penting untuk keamanan Israel. “Apakah kita menginginkannya atau tidak, Otoritas Palestina adalah kepemimpinan yang sah dan diakui dari tetangga kita, dan selama bertahun-tahun, setiap pemerintahan Israel sejak (Otoritas Palestina telah) ada sudah berkoordinasi dan bekerja sama dengannya, bersama dengan ketidaksepakatan yang mendalam dan sulit,” ucapnya.

 

"Pada saat yang sama, tidak seperti mereka yang memimpin proses ini di bawah meja, saya memilih untuk mengelolanya secara terbuka di Ramallah dan di Rosh Ha'ayin (lokasi rumahnya)," ujar Gantz menambahkan.

Gantz mengungkapkan, dia berkoordinasi dengan Palestina dan memperkuat ekonomi mereka, sambil mengajukan tuntutan sebagai balasannya. "Melemahnya Otoritas Palestina selama bertahun-tahun dan menyembunyikan hubungan (dengan Israel) memperkuat Hamas, melukai keamanan Israel dan gagal saat memeriksa hasilnya,” katanya.

 

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement