Selasa 08 Feb 2022 13:50 WIB

Pemkot Jakbar Siapkan Masjid Hasyim Asy'ari Sebagai Lokasi Isolasi

Masjid Hasyim Asyari khusus untuk menampung pasien Covid-19 dengan gejala ringan.

Rep: Zainur Mahsir Ramadhan/ Red: Ani Nursalikah
Petugas mengecek tempat tidur lipat untuk pasien OTG di Aula Masjid Hasyim Asyari, Jakarta Barat, Rabu (23/6). Pemkot Jakbar Siapkan Masjid Hasyim Asy'ari Sebagai Lokasi Isolasi
Foto: Republika/Thoudy Badai
Petugas mengecek tempat tidur lipat untuk pasien OTG di Aula Masjid Hasyim Asyari, Jakarta Barat, Rabu (23/6). Pemkot Jakbar Siapkan Masjid Hasyim Asy'ari Sebagai Lokasi Isolasi

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Masjid Raya KH Hasyim Asy'ari di Jalan Daan Mogot, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat sedang dipersiapkan menjadi tempat isolasi bagi warga yang terpapar Covid-19.

"Kami saat ini sedang mengisi perlengkapannya, seperti tempat tidur, rak handuk, dispenser, dan sebagainya," kata Pelaksana tugas (Plt) Wakil Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah saat dikonfirmasi, Selasa (8/2/2022).

Baca Juga

Menurut Iin, Masjid Raya KH Hasyim Asy'ari dipersiapkan menjadi tempat isolasi guna mengantisipasi melonjaknya kasus positif Covid-19. "Tempat isolasi di masjid ini dikhususkan untuk menampung pasien positif Covid-19 dengan gejala ringan, dan kapasitasnya maksimal 200 pasien," katanya.

Iin memastikan, persiapannya sudah hampir 100 persen. Jika pada Selasa malam ini sudah selesai, maka sudah bisa menerima pasien Covid-19 di dalam masjid.

"Di Masjid Raya ini, meskipun dijadikan tempat isolasi, tapi tetap dibuka untuk masyarakat umum beribadah karena tempat ibadah lokasinya cukup jauh dari tempat isolasi," katanya.

Iin berharap, upaya tersebut dapat membantu rumah sakit dalam menyediakan tempat tidur untuk pasien positif Covid-19 yang diperkirakan akan terus meningkat. Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan, meminta semua pihak untuk tidak panik terkait kenaikan kasus Covid-19 di DKI yang baru-baru ini menjadi tertinggi selama pandemi. Menurut dia, kasus harian Covid-19 pada Ahad (6/2/2022) yang mencapai 15.825, lebih tinggi dibanding puncak kasus harian serupa pada Juli 2021 silam sekitar 14.619 orang.

Meski demikian, dia juga mengakui ada kenaikan keterisian rumah sakit atau bed occupancy ratio (BOR) di DKI menjadi 60 persen. “Tapi dari 60 persen itu sesungguhnya yang (gejala) berat dan sedang itu jumlahnya 12 persen,” kata Anies di Balai Kota, kemarin.

Dia menambahkan, sisanya, sekitar 48 persen merupakan pasien tanpa gejala atau gejala ringan. Padahal, seharusnya, kata dia, pasien tersebut tidak memerlukan fasilitas kesehatan.

“Jika gejala ringan atau tanpa gejala, lakukan isolasi mandiri di rumah. Jika tidak ada hubungi gugus tugas RW untuk isolasi terpadu,” tuturnya.

Pemerintah menaikkan status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di aglomerasi Jabodetabek menjadi level 3. Menurut Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, kenaikan level PPKM ke level tiga dikarenakan adanya lonjakan kasus Covid-19 varian Omicron.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement