Ampuh Minta Pemerintah Tangani Over Stay Jamaaah Umroh di Hotel Karantina

Rabu , 09 Feb 2022, 02:20 WIB Redaktur : Muhammad Hafil
Ampuh Minta Pemerintah Tangani Over Stay Jamaaah di Hotel Karantina. Foto:   Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia pada hari ini, Rabu (12/1)  kembali melayani  penerbangan umrah bagi jamaah Indonesia.
Ampuh Minta Pemerintah Tangani Over Stay Jamaaah di Hotel Karantina. Foto: Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia pada hari ini, Rabu (12/1)  kembali melayani  penerbangan umrah bagi jamaah Indonesia.

IHRAM.CO.ID,JAKARTA--Wakil Ketua Umum Afiliasi Mandiri Penyelenggara Umrah Haji (Ampuh), Tri Winarto meminta pemerintah berkoordinasi dengan pihak hotel yang digunakan sebagai tempat karantina kedatangan jamaah umroh. Koordinasi ini penting dilakukan agar jamaah yang telah menyelesaikan karantin namun tetap positif tidak dimintakan biaya saat menunggu lama dijemput satgas ke Wisma Atlet.

 

Terkait

"Harusnya ada koordinasi agar jamaah tidak diminta membayar kamar saat menunggu jemputan," kata Tri Winarto, saat dihubungi Republika, Ahad (31/1/2022).

Baca Juga

Tri menceritakan, pada Sabtu (30/1/2022) banyak jamaah yang positif Covid-19 setelah selesai karantina enam malam tujuh hari di hotel sekitar Bandara dan Jakarta menunggu dijemput tim satgas. Karena lama menunggu atau over stay di hotel, jamaah diminta manajemen hotel tambahan biaya.

"Saya alami bagaimana menunggu lama antrian panjang tidak hanya jamaah saya di hotel di Serpong tetapi jamaah-jamaah travel lain yang berada di hotel seputaran Jakarta juga menunggu antrian," ujarnya.

Karena lama menunggu dijemput tim satgas Covid-19, membuat jamaah menumpuk di lobi hotel. Atas keadaan ini para jamaah mendapat peringatan dari hotel agar tidak lama-lama di ruang tunggu.

"Akibatnya jamaah mendapat telepon dari pihak hotel terkait waktu stay yang molor ini tentu memberatkan bagi jamaah," katanya.

Karena jamaah telah membayar karantina sampai Rp 5 juta untuk membayar paket karantina enam malam tujuh hari ini. Sehingga jika diminta lagi untuk membayar biaya tunggu jamaah tidak mampu lagi. 

"Pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan bukti bahwa SOP yang dilakukan pemerintah terkait dengan karantina enam malam tujuh hari ini perlu dibenahi, perlu diperbaiki," katanya.

Menurutnya, jika pemerintah memperbaki standar oprasional prosedur karantina maka tidak terjadi over kapasitas. Karena over kapasitas ini menganggu proses evakuasi orang yang terpapar covid termasuk jamaah umroh.

"Sehingga kapasitas Wisma Atlet nanti tidak akan membeludak,  tidak akan over capacity," katanya.

Hal seperti ini kata dia, perlu diperhatikan oleh pemerintahan. Sudah saatnya pemerintah mengataur ulang terkait dan standar karantina

"Apakah mengurangi harinya sehingga sirkulasinya perputaran antara yang keluar dari Wisma Atlet dan yang masuk bisa diatur dengan mengurangi harinya. Hal ini penting sehingga jamaah tidak terlalu lama menunggu di hotel karantina," katanya,

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini