Emir Makkah Serahkan Unit Rumah kepada Warga Kumuh Jeddah

Rabu , 09 Feb 2022, 17:17 WIB Reporter :Mabruroh/ Redaktur : Nashih Nashrullah
Pada tahun 2014 Kota Tua Jeddah Al Balad, menjadi situs World Heritage UNESCO. Penyerahan unit rumah untuk warga di pemukiman kumuh Jeddah bentuk kepedulian
Pada tahun 2014 Kota Tua Jeddah Al Balad, menjadi situs World Heritage UNESCO. Penyerahan unit rumah untuk warga di pemukiman kumuh Jeddah bentuk kepedulian

IHRAM.CO.ID, JEDDAH — Emir Makkah dan penasihat Penjaga Dua Masjid Suci, Pangeran Khaled Al-Faisal menyerahkan dokumen unit perumahan kepada penduduk di daerah kumuh Jeddah. Dalam dokumen tersebut tercatat sebanyak 107 keluarga akan mendapatkan unit perumahan pada gelombang pertama. 

 

Terkait

Penyerahan dokumen dilakukan dalam sebuah upacara yang diadakan di markas emirat pada Senin (7/2/2022). Upacara diadakan di hadapan Abdullah Al-Badir, Wakil Menteri urusan kota dan pedesaan dan perumahan, dan Mushabbab Al-Qahtani, wakil sekretaris di wilayah emirat Makkah. 

Baca Juga

Dilansir dari Saudi Gazette, Rabu (9/2), Kementerian Kota dan Pedesaan dan Perumahan akan memberikan total 4.781 unit rumah kepada penduduk setempat, di mana rumah-rumah mereka sebelumnya diratakan sesuai dengan arahan Penjaga Dua Masjid Suci. 

Rumah-rumah itu sebelummya merupakan daerah kumuh yang kini diratakan dan dibersihkan untuk pembangunan kembali distrik acak di kota.

Berbicara pada kesempatan itu, Al-Qahtani mengatakan total 69 ribu layanan kemanusiaan telah diberikan kepada penduduk daerah kumuh yang dihancurkan di Jeddah. 

Ini termasuk perumahan untuk 720 keluarga, transportasi bagasi, dan penyediaan makanan, obat-obatan dan perlengkapan untuk anak-anak.  

Al-Qahtani mencatat bahwa pekerjaan membangun kembali lingkungan tertentu di Jeddah diluncurkan pada tahap penting dalam sejarah Jeddah, dengan mempertimbangkan masalah kemanusiaan bagi penduduk daerah tersebut. 

Sebagai bagian dari realisasi ini, portal elektronik eksklusif telah didirikan untuk menerima permintaan kompensasi dari warga yang rumahnya telah diratakan. 

“Apa yang kita saksikan hari ini mencerminkan minat besar yang diberikan oleh kepemimpinan negara ini kepada warganya dan keinginannya untuk memberi mereka semua layanan yang diperlukan untuk kehidupan yang layak. Kami berterima kasih kepada semua orang yang bekerja sepanjang waktu untuk meningkatkan tempat dan melayani manusia di wilayah ini di bawah arahan kepemimpinan,” ujarnya. 

Tujuan utama di balik proyek ini adalah untuk melayani manusia dan melindunginya dari fenomena negatif. Karenanya kerja sama warga dan pemilik berkontribusi untuk menyelesaikan proyek ini dengan cepat.  

Jeddah saat ini sedang menjalani facelift besar dengan penghapusan daerah kumuh dan lingkungan yang belum berkembang.  

Menurut Wali Kota Jeddah, Saleh Al-Turki, ada lebih dari 60 lingkungan yang belum berkembang di kota itu. Beberapa lingkungan ini, termasuk Gulail telah dibongkar, sementara listrik dan layanan utilitas lainnya diputus ke beberapa lingkungan lain termasuk Kandara dan Hindawiya sebelum pembongkaran bangunan di daerah tersebut. 

Komite Lingkungan Tertinggal di Jeddah mengumumkan bahwa paket layanan dari negara disediakan untuk warga yang rumahnya sedang dibongkar. Yang terpenting di antara layanan ini adalah penyediaan perumahan gratis bagi mereka yang terkena dampak pembongkaran.  

Lebih dari 68 ribu layanan telah diberikan kepada penduduk di lingkungan tersebut dan ini termasuk transportasi furnitur ke lokasi baru mereka dan penyediaan keranjang makanan dan makanan gratis. 

 

 

Sumber: Saudigazette, saudigazette     

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini