Normalisasi Hubungan dengan Israel, Turki Tetap Beri Dukungan Palestina

Rabu , 09 Feb 2022, 19:19 WIB Reporter :Kamran Dikarma/ Redaktur : Agung Sasongko
Bendera Turki dan Israel.
Bendera Turki dan Israel.

IHRAM.CO.ID, ANKARA -- Turki berkomitmen mendukung perjuangan Palestina. "Setiap langkah yang kami ambil dengan Israel mengenai hubungan kami, normalisasi apa pun, tidak akan mengorbankan perjuangan Palestina, seperti beberapa negara lain," kata Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu, merujuk pada beberapa negara Arab yang telah melakukan normalisasi diplomatik dengan Israel, Selasa (8/2).

 

Terkait

Dia tak menampik adanya sedikit perbaikan hubungan antara Turki dan Israel. “Sedikit normalisasi hubungan ini mungkin dapat meningkatkan peran Turki mengenai solusi dua negara (Israel-Palestina), sebagai negara yang akan berhubungan dengan kedua negara. Tapi kami tidak akan pernah memunggungi prinsip-prinsip inti kami,” ujarnya.

Baca Juga

Pada Senin (7/2) lalu, Perdana Menteri Israel Naftali Bennett memuji peran Presiden Israel Isaac Herzog dalam menyelesaikan masalah dengan Turki. Menurut dia, Herzog memainkan peran penting dalam membangun kontak diplomatik antara Israel dan Turki.

“Menurut saya, presiden (Herzog) melakukan hal-hal yang luar biasa. Dia adalah nilai diplomatik yang luar biasa dalam memecahkan masalah,” kata Bennett dalam sebuah pernyataan pers yang dirilis kantornya, dikutip laman Yeni Safak.

Bennett mengisyaratkan akan melanjutkan upaya perbaikan dan pengembangan hubungan dengan Turki. “Kami akan melanjutkan dengan sangat hati-hati dengan Turki. Setidaknya mereka bukan teman baik Iran. Jadi kami tidak boleh menuruti kenaifan yang akan mencegah kami beroperasi serta membentuk aliansi,” ucapnya.

Pada Ahad (6/2) lalu, Herzog melakukan pembicaraan via telepon dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Herzog menyampaikan harapannya agar Erdogan dan istrinya, Emine Erdogan, segera pulih dari Covid-19. Sehari sebelumnya, Erdogan memang mengumumkan bahwa dia dan istrinya terinfeksi Covid-19. Kendati demikian, Erdogan menyebut dia dan istrinya hanya mengalami gejala ringan. Dia pun tetap menjalankan tugasnya sebagai presiden dari rumah.