Rabu 09 Feb 2022 20:40 WIB

Ambang Pintu Situs Watu Gilang Dirusak

Ambang Pintu Situs Watu Gilang dirusak orang tak bertanggungjawab.

Serpihan tembikar dan beberapa benda purbakala di Pendopo Watu Gilang, Lokasi Situs Mangirejo, Saradan, Madiun, Jatim.
Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Serpihan tembikar dan beberapa benda purbakala di Pendopo Watu Gilang, Lokasi Situs Mangirejo, Saradan, Madiun, Jatim.

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Ambang pintu berangka tahun 1055 (dalam huruf kuno), di Situs Watu Gilang, yang merupakan peninggalan Sri Bameswara, Raja Kadiri yang memerintah sekitar tahun 1112-1135, sebelum Prabu Joyoboyo, di Desa Jambean, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, dirusak orang tidak bertanggung jawab.

"Ini tahunya kemarin pagi, ada Ibu Wiji (warga) melihat bongkahan batu di situs. Dia takut, karena kan di sini sebagai situs, rusak, jadinya lapor," kata Kepala Desa Desa Jambean, Kecamatan Kras, Hari di Kediri, Rabu (9/2/2022).

Baca Juga

Ia mengatakan, kondisi kerusakan tidak sampai mengenai tahun yang tertera di situs tersebut. Namun, dengan kerusakan itu tentunya sudah merusak keaslian situs.Pihaknya mengakui lokasi situs yang berada di tanah kas desa itu masih terbuka.

Banyak warga dari berbagai daerah berkunjung ke situs, dengan beragam tujuan.Ia pun berharap nantinya di situs ini akan dibangun tembok dan diberi kunci termasuk papan penjelasan terkait dengan situs. Dengan itu, diharapkan pengunjung mengerti lokasi itu adalah peninggalan budaya.

 

"Harapannya nanti bisa dibuatkan bangunan khusus di situs ini dan diberi kunci. Juga ada juru kuncinya termasuk plakat sejarahnya. Jadi, pengunjung tahu tentang situs ini," kata Hari.

 

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement