Jumat 11 Feb 2022 16:44 WIB

Pelarangan Jilbab Langgar Konstitusi India

Praktik mengenakan hijab dilindungi di bawah hak kebebasan beragama.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Agung Sasongko
Wanita Muslim berkumpul untuk berpartisipasi dalam pawai menentang pelarangan gadis Muslim mengenakan jilbab menghadiri kelas di beberapa sekolah di negara bagian Karnataka, India selatan, di New Delhi, India, Rabu, 9 Februari 2022. Staf sekolah menengah dan pihak berwenang menuduh gadis-gadis itu menentang aturan yang seragam tetapi para siswa mengatakan bahwa mereka kehilangan hak yang dijamin secara konstitusional untuk mempraktikkan keyakinan mereka.
Foto:

Kampus-kampus di Karnataka telah menyaksikan peningkatan pertikaian antara mahasiswa Muslim dan Hindu. Kalangan mahasiswa Muslim mengutuk pelarangan penggunaan hijab. Sementara kelompok mahasiswa Hindu menyebut pemakaian hijab oleh siswa atau mahasiswa di kelas telah mengganggu pendidikan mereka. 

"Tiba-tiba mereka mengatakan Anda tidak seharusnya memakai jilbab. Mengapa mereka memulai sekarang?" kata Ayesha, mahasiswi Muslim di Mahatma Gandhi Memorial College yang berlokasi di kota pesisir Udupi. 

Ayesha mengungkap, seorang dosen telah melarangnya mengikuti ujian kimia karena mengenakan hijab. "Kami tidak menentang agama apa pun. Kami tidak memprotes siapa pun. Ini hanya untuk hak kami sendiri," ucapnya. 

Selama empat hari, 28 gadis Muslim melakukan aksi protes di depan kampus Junior Pre-University yang juga terletak di distrik Udupi, Karnataka. Melarang telah dilarang masuk karena mengenakan hijab. "Dosen-dosen kami memberi tahu kami bahwa mereka tidak akan mengizinkan kami masuk ke ruang kelas atau mengajar kami tanpa perintah pemerintah," kata Farheen (bukan nama sesungguhny), seorang mahasiswi perdagangan. 

Farheen dan teman-temannya mengaku merasa sangat terluka dan terhina atas peraturan tersebut. Pada Senin (7/2) lalu, Farheen dan mahasiswi Muslim lainnya diizinkan memasuki kampus. Namun mereka ditempatkan di ruang kelas terpisah. 

 

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement