Sumber: Macron Tolak Tes Covid Rusia Karena Takut Dicuri DNA-nya

Jumat , 11 Feb 2022, 20:20 WIB Redaktur : Agung Sasongko
Presiden Prancis Emmanuel Macron saat konferensi pers bersama dengan Kanselir Jerman Olaf Scholz dan Presiden Polandia Andrzej Duda, Selasa, 8 Februari 2022 di Berlin.
Presiden Prancis Emmanuel Macron saat konferensi pers bersama dengan Kanselir Jerman Olaf Scholz dan Presiden Polandia Andrzej Duda, Selasa, 8 Februari 2022 di Berlin.

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Prancis Emmanuel Macron menolak permintaan Kremlin(kantor presiden Rusia) agar dia menjalani tes COVID-19 ketika berada di Rusia untuk bertemu Presiden Vladimir Putin pekan ini.Menurut dua orang sumber yang ikut dalam rombongan Macron, penolakan itu dimaksudka nuntuk mencegah Rusia mencuri DNA Macron.

 

Terkait

Akibatnya, Macron harus menjaga jarak dengan Putin selama pembicaraan tentang krisis Ukraina yang berlangsung lama di Moskow.Para pengamat dikejutkan dengan gambar-gambar Macron dan Putin yang duduk saling berhadapan pada sebuah meja sepanjang empat meter selama berbicara pada Senin (7/2).

Baca Juga

Beberapa diplomat dan lainnya mengatakan Putin mungkin sedang ingin menyampaikan sebuah pesan diplomatik.Namun, dua orang sumber yang mengetahui protokol kesehatan presiden Prancis mengatakan kepada Reuters bahwa Macron diberikan pilihan: menjalani tes PCR yang dilakukan pemerintah Rusia dan diizinkan berdekatan dengan Putin, atau menolak dan harus menaati aturan jaga jarak yang lebih ketat.

"Kami sangat paham bahwa itu artinya tak ada jabat tangan dan (duduk di) meja panjang. Tapi kami tak bisa menerima (jika) mereka mendapatkan DNA presiden (Macron)," kata seorang sumber kepada Reuters.

Sumber itu merujuk pada masalah keamanan jika pemimpin Prancis itu dites oleh dokter Rusia. Juru bicara Kremlin belum menanggapi permintaan Reuters untuk berkomentar.