Kurangi Ketergantungan dengan Minyak, Arab Saudi Genjok Sektor Industri

Selasa , 08 Mar 2022, 22:41 WIB Reporter :Umar Mukhtar/ Redaktur : Nashih Nashrullah
Bendera Arab Saudi. Sektor industri non-migas di Arab Saudi meningkat beberapa waktu terakhir
Bendera Arab Saudi. Sektor industri non-migas di Arab Saudi meningkat beberapa waktu terakhir

IHRAM.CO.ID, RIYADH —Arab Saudi menarik dana investasi senilai 81 miliar riyal Saudi atau 21,6 miliar dolar AS di sektor industri selama 2021 baik untuk sektor swasta maupun usaha patungan dengan entitas pemerintah. 

 

Terkait

Menteri Pertambangan dan Industri Saudi, Bandar Al-Khorayef, menuturkan Kerajaan telah menetapkan target tinggi untuk mendiversifikasi ekonominya dan mengurangi ketergantungannya pada minyak, menuangkan ratusan miliar dolar ke dalam Visi 2030 yang diprakarsai Putra Mahkota Arab Saudi Muhammad bin Salman. 

Baca Juga

"Sektor industri ini secara umum benar-benar berkembang. Maksud saya, kita telah melihat 2021. Kami mencapai lebih dari 81 miliar riyal investasi baru yang datang sepanjang tahun ini," kata Al-Khorayef, seperti dilansir Asharq Al-Awsat, Selasa (8/3/2022). 

Arab Saudi berharap untuk beralih dari sebagian besar pengimpor senjata menjadi produsen dan pengekspor yang canggih. Serangkaian usaha patungan antara perusahaan Arab Saudi dan kedirgantaraan global dan produsen pertahanan telah diumumkan dalam beberapa tahun terakhir. Hal itu merupakan bagian dari strategi untuk melokalisasi beberapa kemampuan industri. Menteri mengatakan banyak dari kemitraan itu masih dibahas sementara beberapa dibatalkan setelah ditinjau. "Beberapa mungkin tidak masuk akal dan kami harus realistis. Masuk ke usaha patungan adalah masalah besar, jadi memiliki mitra khusus bisnis apa pun membutuhkan waktu. Anda perlu memastikan bahwa Anda memilih mitra yang tepat karena itu akan berlangsung untuk jangka waktu yang lama," tambahnya. 

Menteri Al-Khorayef ingin proses lokalisasi di sektor pertahanan bergerak lebih cepat. "Jelas, saya tidak puas. Anda tahu, kami memiliki ambisi tinggi tetapi kemampuan manufaktur membutuhkan waktu," kata Al-Khorayef. 

Riyadh berencana untuk menginvestasikan 12 triliun riyal Saudi pada 2030 untuk membantu memfokuskan kembali ekonomi dari minyak, sambil memberi perusahaan asing hingga akhir 2023 untuk mendirikan kantor pusat atau berisiko kehilangan kontrak pemerintah. 

Pihak berwenang Arab Saudi mengatakan sebagian besar dari rencana tersebut masih dalam tahap awal dan uang akan semakin banyak mengalir ke Kerajaan selama beberapa tahun ke depan.  

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini