Jumat 11 Mar 2022 20:23 WIB

Tak Khusyuk, Tanda Sholatnya tidak Diterima?

Syekh Mahmud Al Sayed menjelaskan perbedaan antara sholat sah dan shalat yang diterim

Rep: Muhyiddin/ Red: Agung Sasongko
Ilustrasi Sholat. (Republika/ Prayogi )
Foto: Republika/Prayogi
Ilustrasi Sholat. (Republika/ Prayogi )

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Komite Fatwa Elektronik, Syekh Mahmud Al Sayed menerima pertanyaan dari seseorag yang merasa tidak khusuk dalam sholatnya. "Apakah ini tanda tidak diterimanya sholatnya,? kata seseorang itu. 

Dalam jawabannya, Syekh Mahmud Al Sayed menjelaskan perbedaan antara shalat sah dan shalat yang diterima. Menurut dia, orang yang melakukannya tepat waktu serta memenuhi syarat dan rukunnya, maka shalatnya sah. 

Baca Juga

"Sehingga orang tersebut tidak menuntut untuk mengulangi shalatnya lagi," ujar Syekh Mahmud dikutip dari laman Masrawy, Jumat (11/3). 

Namun, Syekh Mahmud Al Sayed menambahkan, apakah sholat itu diterima atau tidak, masalah ini hanya diketahui oleh Allah SWT. "Bahkan orang yang berdoa itu sendiri tidak dapat memastikan bahwa ibadahnya, baik shalat atau ibadah lainnya, dapat diterima atau tidak," ucap dia.

 

Syekh Mahmud Al Sayed menjelaskan, kekhusukan merupakan masalah hati. Dia pun berpesan kepada penanya agar tidak menjadikan masalah ini sebagai alasan untuk tidak melaksanakan sholat. 

"Tidak boleh menjadikan masalah ini alasan bagi Anda untuk tidak shalat, dan Anda harus shalat dan mengerjakan shalat tepat waktu dan memeliharanya, dan berjuang dalam khusyukan," kata dia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement