Jumat 18 Mar 2022 16:30 WIB

Malaysia Terapkan Tarawih Berjamaah dengan Merapatkan Shaf

Jamaah diimbau untuk membawa dan menggunakan sajadah sendiri.

Rep: Imas Damayanti/ Red: Agung Sasongko
Mahasiswa Muslim Malaysia berbuka puasa Ramadhan di Merdeka Square, Kuala Lumpur, Malaysia, 4 Juni 2017. Ramadhan 2020 berbeda karena virus corona. Umat Muslim tidak bisa lagi berbuka puasa bersama-sama.
Foto: AP Photo/Vincent Thian
Mahasiswa Muslim Malaysia berbuka puasa Ramadhan di Merdeka Square, Kuala Lumpur, Malaysia, 4 Juni 2017. Ramadhan 2020 berbeda karena virus corona. Umat Muslim tidak bisa lagi berbuka puasa bersama-sama.

IHRAM.CO.ID,  KUALA LUMPUR – Departemen Agama Islam Wilayah Federal (JAWI) Malaysia mengizinkan shalat tarawih berjamaah di semua masjid dan surau yang ada di wilayah federal tanpa jaga jarak mulai 1 April 2022.

“Jamaah diimbau untuk membawa dan menggunakan sajadah sendiri saat melaksanakan salat di masjid dan surau,” ujar Direktur JAWI Datuk Mohd Ajib Ismail, seperti dilansir bernama, Jumat (18/3/2022).

Baca Juga

Ia mengatakan pula adanya enam putusan baru yang mendapat persetujuan dari Yang di-Pertoan Agong Al-Sultan Abdullah Al-Mustafa Billah Syah, selain berdasarkan prosedur operasional (SOP) yang ada dan standar kegiatan di masjid dan surau.

Pihaknya menambahkan bahwa kehadiran jamaah ke masjid dan surau diperbolehkan tanpa batasan usia bagi mereka yang telah menerima vaksinasi Covid-19. “Masjid dan surau diperbolehkan untuk melaksanakan shalat tarawih hingga 20 rakaat di bulan Ramadhan. Sedangkan qiyamullail boleh dilakukan mulai tengah malam,” ujarnya.

 

Dia menambahkan bahwa berbuka puasa, (buka bersama) setelah sholat tarawih dan sahur juga diperbolehkan di masjid dan surau dan makanan didorong untuk disiapkan dalam paket (besek).

Adapun kegiatan lain seperti tadarus Alquran di masjid dan surau juga diperbolehkan kapan saja namun dalam kelompok kecil. “Semua izin ini diberikan dan harus tunduk pada SOP yang ditetapkan sesuai dengan saran Kementerian Kesehatan dan Dewan Keamanan Nasional,” kata dia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement