Jumat 18 Mar 2022 19:45 WIB

Jejak Masjid Bersejarah di Ukraina

Islam secara resmi diperkenalkan ke Ukraina ketika Golden Horde memeluk Islam.

Rep: Mabruroh/ Red: Agung Sasongko
Masjid ar-Rahma, Ukraina.
Foto:

Enam, Masjid Al-Salam dan Pusat Kebudayaan Arab, Odessa

Masjid dibangun di situs pemukiman Tatar abad pertengahan yang disebut Hadzhibey, dinamai menurut pendirinya Hacı I Giray, yang merupakan Khan Krimea pada abad ke-15. 

Antara abad ke-16 hingga ke-18, kota ini menjadi benteng Ottoman dengan komunitas Muslim yang berkembang pesat. Pada abad ke-19, arsitek Azerbaijan terkemuka Karbalayi Safikhan Karabakhi membangun sebuah masjid di pusat kota dan tanah di sampingnya dijadikan kuburan Muslim. 

Masjid asli dihancurkan selama era Soviet dan baru pada 1992 Tatar Krimea yang kembali dari pengasingan mendirikan Masyarakat Muslim Odessa, cikal bakal pusat dan masjid saat ini.

Sebuah masjid baru, dirancang dengan arsitektur Moor, lengkungan batu dan kaligrafi yang rumit, dibuka pada 2001 dan dibiayai oleh seorang pengusaha Suriah bernama Kivan Adnan. 

Selain menawarkan ruang salat, kelas bahasa Arab juga ditawarkan di pusat tersebut.

Tujuh, Masjid Buyuk Juma Jami, Simferopol 

Masjid dibangun pada 2015 setelah aneksasi Rusia atas semenanjung Krimea. Pembangunan mengalami penundaan birokrasi selama bertahun-tahun dan  2008 komunitas Tartar setempat mendirikan kota tenda di lokasi masjid dan mulai mengangkut batu kapur sepotong demi sepotong ke lokasi. 

Langkah tersebut merupakan protes masyarakat terhadap penundaan pembangunan, tetapi batu-batu itu juga berfungsi sebagai peringatan bagi nenek moyang masyarakat, dengan beberapa menuliskan nama-nama kerabat mereka yang meninggal dan dideportasi di setiap blok.

Turki menyediakan banyak biaya konstruksi 10 juta USD, masjid raksasa itu akan menjadi institusi Muslim terbesar di Semenanjung Krimea ketika akhirnya dibuka. Dengan luas 1.400 meter persegi, Buyuk Juma Jami dikatakan memiliki ruang yang cukup untuk 4.000 jemaah

Sebuah kubah besar setinggi 28 meter akan diapit oleh empat menara setinggi 50 meter dan halaman dalam dirancang dengan gaya Ottoman yang menampilkan area wudhu tradisional dengan 24 pilar di sekitar tepi luar.

 

Tulip kuning yang dilukis dengan tangan menghiasi interior, sebagai penghormatan kepada puisi Yellow Tulip karya penyair Tatar Krimea Noman Chelebidzhikhan.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement