Rabu 23 Mar 2022 15:35 WIB

MHQH Sarana Menyuburkan Syiar Islam

Animo masyarakat Muslim Indonesia begitu tinggi dalam mengikuti kegiatan MHQH ini.

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Agung Sasongko
Jumlah pendaftar dalam MHQH tahunan ini mencapai 1.124 peserta.
Foto: Kemenag
Jumlah pendaftar dalam MHQH tahunan ini mencapai 1.124 peserta.

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Dirjen Bimas) Islam Kementerian Agama (Kemenag), Prof Kamaruddin Amin mengatakan,  spirit yang diketengahkan Alquran dan hadits adalah semangat persatuan, persaudaraan, perdamaian, menegakkan keadilan dan kebenaran kepada seluruh umat manusia.

Menurutnya, salah satu peran strategis yang perlu dilakukan secara optimal oleh para ulama dan pemimpin umat adalah mendekatkan sekaligus memberikan pemahaman yang baik umat Islam terhadap Alquran dan hadits. Alquran dan hadits memiliki posisi yang penting dan mulia dalam kehidupan umat Islam.

Baca Juga

Alquran dan hadits mengajarkan prinsip-prinsip dan tata aturan kehidupan yang harus dijalankan oleh umatnya, tidak hanya terkait dengan tata hubungan manusia dengan Rabb-nya (hablun minallah) tetapi juga tata aturan dalam kehidupan dengan sesama manusia (hablum minannas).

 

 

"Musabaqah Hafalan Alquran dan Al-Hadits Pangeran Sultan bin Abdul Aziz Alu Suud merupakan peristiwa yang bermakna bagi negara dan bangsa Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam," ujar Prof Kamaruddin saat menyampaikan pidato pembukaan Musabaqah Hafalan Alquran dan Al-Hadits (MHQH) Pangeran Sultan bin Abdul Aziz Alu Su'ud Tingkat Nasional ke-14 Tahun 2022 di Hotel Millenium Jakarta, Selasa (22/3/2022).

Ia mengatakan, MHQH Pangeran Sultan bin Abdul Aziz Alu Su'ud telah memberikan dampak terhadap meningkatnya semangat umat Muslim Indonesia untuk menghafal Alquran dan hadits. MHQH juga menjadi sarana mempererat persatuan dan kesatuan bangsa serta memperkokoh jalinan persahabatan kedua negara.

MHQH Pangeran Sultan bin Abdul Aziz Alu Suud ke-14 ini merupakan salah satu media atau sarana untuk menyuburkan syiar Islam yang berintikan syiar kedamaian yang tidak membedakan suku, bangsa maupun golongan agama. Patut bersyukur animo masyarakat Muslim Indonesia begitu tinggi dalam mengikuti kegiatan MHQH ini.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement