Agar Kita Meraih Malam Lailatul Qadar

Sabtu , 23 Apr 2022, 07:43 WIB Redaktur : Agung Sasongko
Seorang bocah memegang lampu botol saat merayakan tradisi Tumbilotohe atau malam pasang lampu di Telaga, Kabupaten Gorontalo, Gorontalo, Minggu (9/5/2021). Perayaan malam pasang lampu tersebut dilakukan tiga hari jelang Idul Fitri dan menyambut malam Lailatul Qadar dengan menyalakan lampu minyak di halaman rumah, masjid dan lapangan.
Seorang bocah memegang lampu botol saat merayakan tradisi Tumbilotohe atau malam pasang lampu di Telaga, Kabupaten Gorontalo, Gorontalo, Minggu (9/5/2021). Perayaan malam pasang lampu tersebut dilakukan tiga hari jelang Idul Fitri dan menyambut malam Lailatul Qadar dengan menyalakan lampu minyak di halaman rumah, masjid dan lapangan.

IHRAM.CO.ID, Setiap Ramadhan, Allah SWT menurunkan malam yang paling istimewa di antara malam-malam lainnya. Malam itu adalah malam Lailatul Qadar, malam yang lebih utama dibandingkan dengan malam seribu bulan.

 

Terkait

Karena itu malam yang istimewa, umat Islam berbondong- bondong untuk menjemput malam tersebut. Meski demikian, umat Islam sejatinya perlu secara ikhlas dan istiqamah dalam beribadah. Bagaimana sebenarnya kemuliaan Lailatul Qadar? Seperti apa ciri-ciri datangnya Lailatul Qadar?

Baca Juga

Wartawati Republika Imas Damayanti mewawancarai pakar ilmu Alquran KH Ahsin Sakhomelalui sambungan telepon, Selasa (12/4). Berikut kutipannya.

Apa keutamaan malam Lailatul Qadar?

Lailatul Qadar adalah malam yang istimewa bagi umat Islam. Allah SWT sudah sebut dalam Alquran surah al-Qadar ayat 1-5. Allah berfirman, Inna anzalnahu fi lailatil-qadr. Wa maa adraaka maa lai latul-qadr. Lailatul-qadri khairun min alfi syahr. Tanazzalul-malaa- ikatu warruhu fiha bi-idzni Rabbihim min kulli amr. Salaamun hiya hatta mathla'il-fajr.

Artinya, Sesungguhnya Kami telah menurunkan (Alquran) pada malam Qadar. Dan tahukah kamu apa Lailatul Qadar itu? (Yaitu) malam kemuliaan yang lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar. Tentunya keutamaan itu menjadi sangat istimewa bagi umat Islam. Pada malam ini, Allah menurunkan Alquran, Allah menurunkan kemuliaan.

Apa saja tanda-tanda datangnya Lailatul Qadar?

Tanda-tanda datangnya malam Lailatul Qadar sesungguhnya dapat dilihat dengan tanda-tanda alam semesta. Pertama, itu tidak ada hujan, terang. Pada waktu Subuhnya, tidak terlalu terang. Mengapa ketika Subuhnya itu tidak terlalu terang? Karena menurut riwayat, banyak malaikat yang turun pada malam itu sehingga mereka pergi di waktu Subuh dan sayap-sayap mereka menutupi cahaya matahari. Sayap-sayap malaikat itu kanbesar sekali sehingga ketika sayap mereka menutupi matahari, otomatis cahaya matahari juga meredup ke bumi.

Malam Lailatul Qadar juga biasanya diturunkan Allah pada tanggal-tanggal ganjil pada bulan Ramadhan. Seperti tanggal 21, 25, dan 29 Ramadhan karena Allah suka dengan sesuatu yang ganjil. Namun, bukan berarti, karena kita ingin dapat Lailatul Qadar, kita hanya beribadah dengan intens pada tanggal- tanggal tersebut. Tidak seperti itu juga.

Apa yang perlu dilakukan umat Islam agar dapat merengkuh Lailatul Qadar?

Pertama-tama, kita harus ikhlas dan istiqamah dalam beribadah.Tujuan kita jika beribadah itu hanya kepada Allah, tujuannya ke Allah.Lailatul Qadar yang Allah ciptakan, jangan sampai membuat kita lupa dengan tujuan utama kita, yaitu kepada Allah SWT.

Maka kalau orang sudah ikhlas dalam beribadah, biasanya intensitas ibadahnya tidak hanya pada malam- malam yang dipercaya dekat dengan malam Lailatul Qadar. Orang yang ikhlas akan senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT kapanpun di manapun.

Tentunya, pada malam-malam terakhir Ramadhan, kita dianjurkan untuk memperbanyak amalan ibadah. Baca Alquran, berdoa, berzikir, iktikaf, shalat malam, sedekah, semua itu adalah ibadah-ibadah yang baik yang perlu kita lakukan.

Dan terutama, kita harus selalu ingat bahwa keikhlasan itu menjadi yang paling penting. Orang yang ikhlas dalam beribadah, raut wajahnya akan berbeda. Sel-sel di wajahnya itu memancarkan binaran- binaran yang apabila orang memandangnya akan merasa teduh dan tenang. Kita tiru Rasulullah SAW. Beliau adalah pribadi yang mulia, yang istiqamah dalam ibadah dan amalan- amalan baik. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini