Kemenag Sepakati Bimbingan Manasik Haji Dipersingkat

Jumat , 29 Apr 2022, 12:36 WIB Reporter :Zahrotul Oktaviani/ Redaktur : Muhammad Hafil
Kemenag Sepakati Bimbingan Manasik Haji Dipersingkat. Foto: Sejumlah jamaah calon haji dan umroh mengikuti pelatihan manasik di Al Mahmudah Manasik Haji Training Centre Setu, Tangerang Selatan, Banten, Ahad (20/3/2022). Seiring sudah dibukanya kembali Umroh dan makin dekatnya musim haji tahun 2022 sejumlah biro perjalan Haji dan Umroh mulai melakukan pelatihan tata cara melaksanakan ibadah haji dan umroh.
Kemenag Sepakati Bimbingan Manasik Haji Dipersingkat. Foto: Sejumlah jamaah calon haji dan umroh mengikuti pelatihan manasik di Al Mahmudah Manasik Haji Training Centre Setu, Tangerang Selatan, Banten, Ahad (20/3/2022). Seiring sudah dibukanya kembali Umroh dan makin dekatnya musim haji tahun 2022 sejumlah biro perjalan Haji dan Umroh mulai melakukan pelatihan tata cara melaksanakan ibadah haji dan umroh.

IHRAM.CO.ID,JAKARTA -- Keberangkatan jamaah haji Indonesia gelombang I ke Tanah Suci direncanakan akan dimulai pada 4 Juni 2022. Sehari sebelumnya, jamaah sudah diharuskan mulai masuk asrama haji.

 

Terkait

Mengingat semakin dekat waktu pelaksanaan haji, Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama Hilman Latief mengatakan pelaksanaan manasik haji kini dipersingkat.

Baca Juga

Semula, bimbingan manasik dilaksanakan sebanyak 10 kali, dengan rincian delapan kali di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan dan dua kali di Kantor Kemenag Kabupaten/Kota. Namun untuk saat ini akan dipersingkat menjadi enam kali, dengan rincian empat kali di KUA dan dua kali di Kantor Kemenag Kabupaten/Kota.

"Pembekalan untuk jamaah, kita sudah sepakat manasik akan lebih singkat tidak seperti biasanya 10 kali. Kemarin kita sudah sepakati enam kali, dengan rincian empat kali di KUA dan dua kali di Kantor Kemenag," kata Hilman dalam keterangan yang didapat Republika, Jumat (29/4/2022).

Menyusul keputusan tersebut, maka ia menyebut materi akan dibuat lebih lebih padat agar substansinya tetap tersampaikan kepada jamaah haji.

Saat ini, jamaah beberapa daerah sudah mulai memantau daftar nama jamaah yang berhak berangkat maupun yang masih masuk daftar tunggu. Ia menyebut informasi yang beredar tersebut tidak valid.

Dirinya pun berharap kejadian ini tetap dimitigasi, sehingga nantinya tidak muncul berita-berita yang kurang baik. Pun, dengan begitu saat penyampaian resmi ke masyarakat bisa terasa lebih pas.

"Kita berharap betul kita serius menyelenggarakan ibadah haji ini. Jamaah sekarang memantau nama-nama yang akan berangkat, mereka sudah tahu entah darimana dapatnya, di berbagai daerah informasi tersebut sudah menyebar. Kejadian ini akan tetap kita mitigasi," lanjutnya.  

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini