Masjid Kabul Diserang Saat Sholat Jumat

Senin , 16 May 2022, 13:13 WIB Reporter :Zahrotul Oktaviani/ Redaktur : Agung Sasongko
Seorang jemaah Afghanistan yang berlumuran darah berjalan di sekitar masjid tempat ledakan terjadi, di Kabul, Afghanistan, Jumat, 29 April 2022. Ledakan dahsyat melanda sebuah masjid di ibu kota Afghanistan, Kabul, Jumat, menewaskan sedikitnya 10 orang dan melukai 20 orang, kata seorang juru bicara Taliban.
Seorang jemaah Afghanistan yang berlumuran darah berjalan di sekitar masjid tempat ledakan terjadi, di Kabul, Afghanistan, Jumat, 29 April 2022. Ledakan dahsyat melanda sebuah masjid di ibu kota Afghanistan, Kabul, Jumat, menewaskan sedikitnya 10 orang dan melukai 20 orang, kata seorang juru bicara Taliban.

IHRAM.CO.ID, KABUL -- Sejak Taliban menguasai Afghanistan, ledakan dan serangan seolah menjadi norma kehidupan 'normal baru' di negara yang dilanda perang. Sebuah serangan baru-baru ini terjadi di Masjid Ayuob Saber Kabul.

 

Terkait

Menurut media TOLOnews, pasukan keamanan tiba di tempat kejadian tepat waktu. Hal tersebut disampaikan juru bicara Komando Polisi Kabul, Khalid Zadran.

Baca Juga

Lebih lanjut, ia mengkonfirmasi bahwa ledakan telah terjadi di Masjid Ayuob Sabre di PD5 Kabul saat umat Muslim melaksanakan shalat Jumat di masjid tersebut.

Dilansir di Ani News, Ahad (15/5), delapan bulan setelah Taliban merebut kembali Afghanistan, terjadi peningkatan kekerasan dan kebangkitan kelompok ekstremis di negara tersebut.

Setelah serangan baru ini, pejabat keamanan belum mengomentari sifat ledakan dan menyebutkan tidak ada korban nyawa yang dilaporkan. Namun, sebanyak tiga orang dilaporkan mengalami luka-luka.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) lantas mengutuk ledakan bom mematikan di lembaga pendidikan, Masjid dan tempat-tempat rentan lainnya di Afghanistan. Serangan terhadap kaum minoritas telah menuai kecaman di seluruh dunia, termasuk dari PBB, Uni Eropa, AS dan lainnya.

Taliban, yang berada di bawah sanksi PBB atas kegiatan teroris, mengambil alih Kabul pada Agustus tahun lalu. Saat ini, negara itu telah menghadapi krisis kemanusiaan dengan kesulitan ekonomi dan kekurangan makanan. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini