Calhaj di Atas 65 Tahun Diimbau tak Tarik Setoran

Rabu , 25 May 2022, 12:23 WIB Redaktur : A.Syalaby Ichsan
Sejumlah calon jamaah haji dan umrah melakukan tawaf saat manasik haji di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Senin (23/5/2022). Latihan manasik haji tersebut untuk membekali para calon jamaah haji dan umrah terkait pemahaman tata cara pelaksanaan ibadah secara mandiri ketika di tanah suci. Republika/Putra M. Akbar
Sejumlah calon jamaah haji dan umrah melakukan tawaf saat manasik haji di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Senin (23/5/2022). Latihan manasik haji tersebut untuk membekali para calon jamaah haji dan umrah terkait pemahaman tata cara pelaksanaan ibadah secara mandiri ketika di tanah suci. Republika/Putra M. Akbar

IHRAM.CO.ID, JAKARTA — Direktur Bina Haji  Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Arsad Hidayat mengimbau agar jamaah haji yang berusia di atas 65 tahun tidak menarik setoran hajinya. Menurut ketentuan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi, calon jamaah haji dengan usia di atas 65 tahun memang tidak diperkenankan untuk menunaikan haji tahun ini akibat dampak dari pandemi. Arsad menjelaskan, bisa jadi ketentuan dari Saudi pada musim haji berikutnya akan lebih longgar.

 

Terkait

“Jamaah di atas 65 tahun diharapkan tetap tidak menarik setorannya karena sayang. Belum tentu tahun depan akan sama (dilarang untuk di atas 65 tahun). Kan nunggunya akan lama sekali kalau mau haji lagi,”jelas Arsad disela Edukasi Media Center Haji (MCH) di gedung Kementerian Agama (Kemenag), Jakarta, Rabu (25/5). 

Dia pun berharap prosesi ibadah haji tahun ini bisa lancar. Untuk itu, dia mengimbau jamaah  bisa menunaikan haji dengan protokol kesehatan yang baik seperti memakai masker dan mencuci tangan. Saat pulang ke Tanah Air, Arsad berharap tidak ada virus yang tertular dari jamaah haji ke daerah masing-masing. Dia menjelaskan, hal tersebut akan menjadi bahan pertimbangan Arab Saudi untuk memperlonggar kebijakan pada musim haji berikutnya. 

Jamaah cadangan

Pemberangkatan haji yang tinggal menghitung hari masih menyisakan kuota sekitar 2.531 jamaah. Arsad menjelaskan,  sisa kuota terjadi karena masalah pelunasan dari jamaah yang seharusnya berangkat pada musim haji tahun ini. "Mungkin saat tersebut belum ketercukupan anggaran atau keperluan strategis sehingga menunda haji,"ujar Arsad.

Dia menegaskan, sisa kuota tersebut akan diisi oleh jamaah cadangan yang telah melakukan pelunasan dan konfirmasi keberangkatan.  Menurut dia, jamaah cadangan tersebut diminta untuk mempersiapkan diri sebaik-baiknya. Mereka pun secara otomatis akan mendapatkan jadwal dari Kemenag. “Barang-barang sudah mereka terima sebagian,"jelas dia.

Tahap pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) dan konfirmasi keberangkatan jamaah 1443 H/2022 M sudah ditutup, Jumat (20/5) kemarin. Total, ada 89.715 jamaah yang telah melakukan pelunasan dan konfirmasi keberangkatan.  

Total, ada 12.294 jamaah dengan status cadangan telah melakukan pelunasan dan konfirmasi keberangkatan. “Sisa kuota 2.531 akan diisi jamaah dengan status cadangan, yang jumlahnya mencapai 12.294,” ujar Direktur Layanan Haji Dalam Negeri Kementerian Agama, Saiful Mujab belum lama ini. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini