Calon Jamaah Haji Diminta Bersiap Hadapi Panas Ekstrem di Arab Saudi

Kamis , 26 May 2022, 17:32 WIB Redaktur : Ani Nursalikah
Seorang jamaah haji Indonesia asal Surabaya sedang meminum air dari botol di Terminal Syib Amir, Makkah, Jumat (26/7). Dengan suhu udara yang panas di Makkah, mengharuskan jamaah haji untuk sering minum agar tidak dehidrasi. Calon Jamaah Haji Diminta Bersiap Hadapi Panas Ekstrem di Arab Saudi
Seorang jamaah haji Indonesia asal Surabaya sedang meminum air dari botol di Terminal Syib Amir, Makkah, Jumat (26/7). Dengan suhu udara yang panas di Makkah, mengharuskan jamaah haji untuk sering minum agar tidak dehidrasi. Calon Jamaah Haji Diminta Bersiap Hadapi Panas Ekstrem di Arab Saudi

IHRAM.CO.ID, PEKANBARU -- Kantor Wilayah Kementerian Agama Riaumenyebutkan Arab Saudi memasuki musim panas saat pelaksanaan ibadah haji. Suhu udara bisa mencapai 50 derajat Celsius sehingga calon jamaah haji (Calhaj) perlu mempersiapkan diri dan menjaga kesehatan.

 

Terkait

"Calhaj Riau agar mempersiapkan diri sedini mungkin dengan menjaga kesehatan dan memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan oleh Arab Saudi, apalagi Arab Saudi memasuki musim panas," kata Kepala Kanwil Kemenag Riau Mahyudin kepada wartawan, Kamis (26/5/2022).

Baca Juga

Dia mengatakan seluruh calhaj juga perlu memperhatikan asupan makanan bergizi dan kondisi kesehatan menjelang keberangkatan. Biasakan diri untuk beradaptasi dengan situasi yang ekstrem, suhu udara yang ekstrem.

Mahyudin juga meminta calhaj untuk tetap disiplin protokol kesehatan menggunakan masker, mencuci tangan, di samping itu juga segera memenuhi persyaratan yang minta dalam pelaksanaan ibadah haji. "Ketika akan diberangkatkan segera penuhi persyaratan yang diminta seperti vaksin dan tes PCR serta persyaratan lainnya yang dibutuhkan," katanya.

Ia juga menyebutkan tercatat 40 calhaj Riau yang tidak melakukan pelunasan BPIH, sehingga kuota bagi calhaj yang batal berangkat akan digantikan oleh calhaj yang porsinya masuk cadangan. "Sebanyak 40 calhaj tidak melakukan pelunasan karena alasan sakit dan berpisah dengan mahram maka kekosongan kuota tersebut akan diisi oleh jamaah yang berada pada daftar cadangan sesuai peringkatnya yang sudah melakukan pelunasan," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini