Senin 30 May 2022 20:32 WIB

DPR Pertanyakan Usulan Tambahan Anggaran Haji Kemenag

DPR Pertanyakan Usulan Tambahan Anggaran Haji Kemenag

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Muhammad Hafil
 DPR Pertanyakan Usulan Tambahan Anggaran Haji Kemenag. Foto:  Setoran dana haji (ilustrasi).
Foto: Republika/Wihdan
DPR Pertanyakan Usulan Tambahan Anggaran Haji Kemenag. Foto: Setoran dana haji (ilustrasi).

IHRAM.CO.ID,JAKARTA -- Komisi VIII DPR/RI bersama Kementerian Agama (Kemenag) menggelar rapat kerja (raker), Senin (30/5/2022). Dalam pembahasannya, Komisi VIII mempertanyakan usulan tambahan anggaran operasional haji yang disampaikan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas.

"Kalau melihat kekurangan-kekurangan biaya yang disampaikan Menag, sebenarnya kami dari Fraksi PDIP belum bisa untuk menerima yang disampaikan. Sebelum membahas ini, harus ada surat dari Kerajaan Saudi terkait biaya yang diperlukan," ujar anggota Komisi VIII Fraksi PDIP, Samsu Niang.

Baca Juga

Fraksi PDIP disebut belum mendapat gambaran utuh terkait penambahan biaya. Sehingga, diperlukan penjelasan dan dasar hukum yang bisa disepakati, utamanya dalam menetapkan anggaran dengan nominal lebih dari Rp 1,5 triliun.

Surat yang diminta oleh Samsu Niang ini berhubungan dengan kebijakan Kerajaan Saudi atas biaya sistem paket layanan Masyair. Menag dalam raker tersebut sempat menyebut kebijakan layanan ini memakan biaya 5.656,87 riyal per-jamaah.

 

Anggota Komisi VIII dari fraksi yang sama, Selly Andriany Gantina, menyebut usulan tambahan anggaran ini merupakan tamparan terhebar bagi Komisi VIII DPR RI. Hal ini menjadi pembelajaran terpenting tentang perencanaan keuangan haji ke depannya.

"Ternyata kita tidak boleh gegabah. Banyak asumsi makro di luar kendali, sehingga jelang keberangkatan 4 Juni, tahu-tahu disodorkan sesuatu yang diluar kendali dan perencanaan yang sudah diperhitungkan," kata dia.

Ia lantas meminta Kemenag untuk memberikan penjelasan faktor yang menyebabkan kesalahan manajemen (miss-management) perhitungan biaya, sehingga muncul usulan penambahan tersebut. Perlu menjadi perhatian apakah faktornya datang dari luar (eksternal) atau dari dalam (internal).

Nilai manfaat yang selama ini dikelola BPKH disebut merupakan hak jamaah yang sudah menunggu keberangkatan berpuluh-puluh tahun. Untuk tahun ini, disepakati nilai manfaat yang tersisa akan diberikan kepada rekening  virtual account (VA) jamaah yang berhak namun tidak jadi berangkat.

Nada serupa juga disampaikan anggota Komisi VIII DPR dari Fraksi Golkar, M Ali Ridho. Ia meminta Kemenag untuk menjelaskan lebih rinci apa itu sistem layanan Masyair dan komponen di dalamnya.

"Kami masih belum paham, apa itu sistem layanan Masyair? Apa saja komponennya, karena ini langsung bulatan angka yang keluar," ucapnya.

Lebih lanjut, ia menyebut usulan angka tambahan anggaran yang disampaikan oleh Kemenag sangat besar. Kalaupun BPKH, sebagai lembaga yang mengelola dana haji menyimpan uang senilai nominal yang diminta, namun nilai manfaat yang dipersiapkan itu merupakan hak jamaah yang lain.  

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنْ كُنْتُمْ فِيْ رَيْبٍ مِّنَ الْبَعْثِ فَاِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُّطْفَةٍ ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍ ثُمَّ مِنْ مُّضْغَةٍ مُّخَلَّقَةٍ وَّغَيْرِ مُخَلَّقَةٍ لِّنُبَيِّنَ لَكُمْۗ وَنُقِرُّ فِى الْاَرْحَامِ مَا نَشَاۤءُ اِلٰٓى اَجَلٍ مُّسَمًّى ثُمَّ نُخْرِجُكُمْ طِفْلًا ثُمَّ لِتَبْلُغُوْٓا اَشُدَّكُمْۚ وَمِنْكُمْ مَّنْ يُّتَوَفّٰى وَمِنْكُمْ مَّنْ يُّرَدُّ اِلٰٓى اَرْذَلِ الْعُمُرِ لِكَيْلَا يَعْلَمَ مِنْۢ بَعْدِ عِلْمٍ شَيْـًٔاۗ وَتَرَى الْاَرْضَ هَامِدَةً فَاِذَآ اَنْزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَاۤءَ اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ وَاَنْۢبَتَتْ مِنْ كُلِّ زَوْجٍۢ بَهِيْجٍ
Wahai manusia! Jika kamu meragukan (hari) kebangkitan, maka sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu; dan Kami tetapkan dalam rahim menurut kehendak Kami sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampai kepada usia dewasa, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (ada pula) di antara kamu yang dikembalikan sampai usia sangat tua (pikun), sehingga dia tidak mengetahui lagi sesuatu yang telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air (hujan) di atasnya, hiduplah bumi itu dan menjadi subur dan menumbuhkan berbagai jenis pasangan (tetumbuhan) yang indah.

(QS. Al-Hajj ayat 5)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Advertisement