Soal Tambahan Operasional Haji, Dirjen PHU: Saya Baru Bisa Tidur Semalam

Rabu , 01 Jun 2022, 10:44 WIB Reporter :A Syalaby Icshan/ Redaktur : Agung Sasongko
Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief
Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) Hilman Latief mengaku lega setelah adanya kepastian pemberangkatan jamaah haji. Terlebih, Hilman menjelaskan, adanya kenaikan secara mendadak terkait tarif masyair atau transportasi darat dari Makkah menuju Arafah dari pihak Saudi.

 

Terkait

"Saya baru bisa tidur semalam. Seminggu sebelumnya cuma bisa melayang saja,"ujar Hilman saat melepas keberangkatan 325 Petugas Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi gelombang pertama di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu (1/6/2022).

Baca Juga

Hilman mengungkapkan kegelisahannya karena harus mencari dana senilai Rp 1,5 Triliun untuk memenuhi kenaikan tarif masyair. Beruntung, ujar Hilman, DPR dan Kemenag berhasil menyepakati tambahan paket layanan masyair bagi jamaah haji reguler untuk musim haji tahun ini yang juga menyepakati tambahan anggaran untuk Technical Landing Embarkasi Surabaya.

Sebelumnya, Rapat Kerja antara Komisi VIII DPR RI dengan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyepakati anggaran tambahan operasional haji untuk tidak dibebankan kepada calon jemaah haji, melainkan mengunakan dana efisiensi dan beban manfaat keuangan haji. Rapat kerja dipimpin Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto dan diikuti anggota komisi baik secara luring dan daring dari gedung parlemen Jakarta pada Senin (30/5).

Rapat ini merupakan tindak lanjut dari Focus Group Discussion (FGD) antara Komisi VIII DPR RI dengan Kementerian Agama, dan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) pada 30 Mei 2022.

"Dalam FGD kami telah menerima berbagai masukan dari Pimpinan dan Anggota Komisi VIII DPR RI terkait tambahan anggaran operasional haji tahun 1443H/2022M," kata Menag Yaqut Cholil Qoumas, Selasa (31/5/2022).

Tambahan anggaran tersebut, lanjut Menag, berupa anggaran paket layanan Masyair Jemaah Reguler, tambahan anggaran paket layanan Masyair untuk Petugas Haji Daerah (PHD) dan Pembimbing KBIHU, Technical Landing Jemaah Embarkasi Surabaya, biaya selisih kurs penerbangan Saudi Arabian Airlines, dan biaya operasional haji khusus.

"Kami mengucapkan terima kasih atas berbagai masukan dan kesepakatan dari Pimpinan dan Anggota Komisi VIII DPR RI terkait tambahan anggaran operasional haji tahun ini," ujar Menag.

Adapun anggaran tambahan yang disepakati antara pemerintah bersama Komisi VIII DPR RI antara lain, Masyair jemaah reguler yang dibagi dua: Rp. 700.000.000.000.00 menggunakan anggaran efisiensi haji dan senilai Rp. 791.625..022.687 menggunakan anggaran nilai manfaat keuangan haji.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini