Cuaca di Tanah Suci Panas Ekstrem, Jamaah Diimbau Konsumsi Minuman Elektrolit

Sabtu , 04 Jun 2022, 19:13 WIB Reporter :Ali Yusuf/ Redaktur : Heri ruslan
Petugas tim promosi kesehatan PPIH Arab Saudi bidang kesehatan sedang mempraktikkan cara membuat minuman elektrolit. Minuman elektrolit dibutuhkan jamaah untuk menghindari dehidrasi selama di Tahah Suci.
Petugas tim promosi kesehatan PPIH Arab Saudi bidang kesehatan sedang mempraktikkan cara membuat minuman elektrolit. Minuman elektrolit dibutuhkan jamaah untuk menghindari dehidrasi selama di Tahah Suci.

IHRAM.CO.ID, MADINAH -- Tim promosi kesehatan (promkes) PPIH Arab Saudi bidang Kesehatan membawa perlengkapan khusus saat menyambut kedatangan jamaah haji di Bandara Internasional Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA), Sabtu (4/6). Di antara perlengkapan yang dibawa tim promkes adalah air minum kemasan ukuran 200 ml yang sudah diisi oralit.

 

Terkait

Anggota tim Promkes Bandara dr Nugraheni Ratna Palupi mengatakan, tujuan air minum kemasan diisi oralit ini untuk menghindari dehidrasi pada jamaah haji. Dehidrasi ini disebabkan karena kehilangan elektrolit tubuh pada jamaah haji yang kurang minum air putih.

"Cuaca di Arab Saudi kelembabannya rendah, sementara suhu tinggi, sehingga menyebabka elektrolit tubuh cepat menguap," katan dr Nugraheni saat menyampaikan pesan promosi kesehatan, di Bandara, Sabtu (4/6).

Maka dari itu, kata dia, jamaah perlu diberikan cairan elektrolit pada minumannya. Minuman ini perlu selalu dikonsumsi oleh jamaah haji terutama pada mereka yang sering melakukan aktivitas di luar pondokan yang panas. 

Nugraheni mengatakan, kekurangan elektrolit dapat menyebabkan jamaah lemas, pusing, mual. Bahkan bisa terjadi penurunan kesadaran atau pingsan dan juga dikhawatirkan bisa mengakibatkan kekambuhan penyakit bawaan (komorbid).

Nugraheni memastikan, sangat mudah membuat minuman elektrolit. Jamaah tinggal mencampurkan satu bungkus oralit dengan 200 ml air mineral kemas. "Air minum elektrolit ini bagus dikonsumsi jamaah yang sering keluar pondokan," ujarnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini