Kunjungan Situs Bersejarah di Madinah Perkuat Iman Jamaah Haji

Rabu , 08 Jun 2022, 14:55 WIB Reporter :Rossi Handayani/ Redaktur : Muhammad Hafil
Kunjungan Situs Bersejarah di Madinah Perkuat Iman Jamaah Haji. Foto:   Jabal ruma adalah bukit yang dipercaya sebagai tempat pasukan pemanah Muslim saat Perang Uhud. Sejumlah orang mengunjungi dan naik ke Bukit atau Jabal Ruma, Ahad (21/7).
Kunjungan Situs Bersejarah di Madinah Perkuat Iman Jamaah Haji. Foto: Jabal ruma adalah bukit yang dipercaya sebagai tempat pasukan pemanah Muslim saat Perang Uhud. Sejumlah orang mengunjungi dan naik ke Bukit atau Jabal Ruma, Ahad (21/7).

IHRAM.CO.ID,MADINAH -- Mutawif (pemandu) asal Malaysia, Ustaz Wafa Abdul Jabbar mengatakan, Program kunjungan ke tempat-tempat bersejarah yang diselenggarakan oleh Lembaga Tabung Haji (TH) bagi jamaah haji Malaysia mampu meningkatkan ketaqwaan dan memperteguh keimanan mereka kepada Allah.

 

Terkait

Baca Juga

Ustadz Wafa mengatakan, umumnya mereka yang tiba di sini dua hari yang lalu bersemangat untuk pergi berwisata. Sementara Ustadz Wafa bertugas mengantar jemaah haji asing untuk berwisata ke tempat-tempat wisata sejarah di Madinah.

“Madinah adalah kota Nabi Muhammad (Shallallahu alaihi wa sallam) karena di sinilah dia menetap sampai nafas terakhirnya dan dari sini para sahabatnya telah bekerja keras untuk menyebarkan Islam ke seluruh dunia,” katanya kepada wartawan saat ditemui di kompleks Masjid Quba, dilansir dari laman Bernama Rabu (8/6/2022).

Dia mengatakan, tujuh bus dikerahkan untuk membawa para jamaah ke Masjid Quba. Itu dibangun setahun setelah migrasi Nabi Muhammad dari Makkah.

Para jamaah juga dibawa berkeliling ke daerah sekitar di kaki Gunung Uhud dan Makam Syuhada Uhud. Gunung itu menyaksikan Pertempuran Uhud yang hebat antara Quraisy Makkah dan Muslim Madinah.

“Kekalahan tentara Muslim pada waktu itu disebabkan oleh pelanggaran perintah Nabi Muhammad oleh beberapa tentara Muslim yang meninggalkan pos mereka dan memungkinkan serangan mendadak yang menyebabkan Nabi terluka parah dan 70 tentara Muslim menjadi syahid,” kata dia.

Pertempuran Uhud dengan jelas menunjukkan bahwa ketertarikan duniawi, keserakahan dan ketidaktaatan terhadap perintah Nabi, pada akhirnya menyebabkan kehancuran.

Sementara itu, Jamaah Ishak Hasan dan istrinya Siti Yulina Baharon yang berada dalam rombongan wisata mengatakan, kunjungan ke Gunung Uhud membuat mereka menyadari kebesaran Nabi Muhammad.

Jamaah haji lainnya, Hapiz Ab Majid (50 tahun) yang baru pertama kali berada di Tanah Suci mengatakan, penjelasan yang diberikan oleh para mutawif sangat baik dan jelas. Ini terutama dalam menyoroti pentingnya menaati perintah seorang pemimpin.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini