Kerap Dikunciin Teman Sekamarnya, Nenek 65 Tahun Nangis dan Depresi

Sabtu , 11 Jun 2022, 03:02 WIB Reporter :Ali Yusuf/ Redaktur : Gita Amanda
Jamaah haji (Ilustrasi)
Jamaah haji (Ilustrasi)

IHRAM.CO.ID, MADINAH -- Nenek Mudrikah (65 tahun) terdengar menangis di dalam kamar tempatnya menginap di Hotel Amjad Al Garra, Madinah. Ia diketahui sering dikunci dan ditinggal teman sekamarnya yang beribadah ke Masjid Nabawi.

 

Terkait

Kejadian ini diketahui tim visitasi sektor dua Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah saat sedang melakukan kunjungan ke hotel Amjad Al Garra pada, Kamis (9/6/202) siang waktu Arab Saudi. Saat kunjungan tersebut tim visitasi mendengar suara tangisan di dalam kamar 906.

Mendengar tangisan tersebut, tim segera berkoordinasi dengan tenaga kesehatan haji (TKH) kloter, untuk menghubungi ketua rombongan (karom) dan meminta untuk segera membukakan pintu kamar. Dan ternyata ada jamaah sedang menangis tersedu-sedu seorang diri, dia adalah Nenek Mudrikah kloter SOC 07.

Setelah pintu kamar dibuka, Nenek Mudrikah 65 semakin menangis kebingungan. Lalu dokter Andi Yanti SpP dan tim visitasi yang terdiri dari dr Muhaimin SpJp, dr Susi Wirawati, dr Sukarti SpP, dr Nur Eko Hadi Cahyono SpB berusaha untuk menenangkan. Setelah ditanya kenapa menangis, nenek tersebut mengaku dikunci dan ditinggal teman-teman sekamarnya pergi ke Masjid Nabawi.

Dokter Andi Yanti langsung merangkul Nenek Mudrikah dan mengajaknya berkomunikasi interpersonal. Tim meminta nenek sabar dan tenang karena tim dokter visitasi akan menemaninya.

“Ibu tenang, banyak istigfar kami ada di sini menemani,” seru Andi sambil memeluk bahu Nenek Mudrikah.

Di tempat yang sama dr Susi Wirawati langsung melakukan anamnesis singkat terhadap Nenek Mudrikah, dan menurut hasil pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah Nenek Mudrikah tinggi mencapai 200 mmHg.  Melihat kondisi ini, dr Susi langsung menghubungi dokter Januarsari spesialis jiwa untuk melakukan tele konsultasi terkait kondisi psikologi Nenek Mudrikah.

Hasil konsultasi menyatakan nenek Mudrikah mengalami depresi, karena sering ditinggal teman-teman sekamarnya. Setelah dr Susi berkonsultasi dengan dr Januarsari SpKJ, tim visitasi memutuskan bahwa untuk memulihkan kondisi mental nenek Mudrikah.

Tim membawa Nenek Mudrikah ke KKHI Madinah agar mendapatkan penanganan terhadap tatalaksana medis dan keperawatan kejiwaan lebih lanjut. Sehari dirawat di ruang psikiatri KKHI Madinah, kondisi kejiwaan Nenek Mudrikah stabil. Kini Nenek telah kembali ke kloternya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini