Jamaah Haji dari Madinah akan Tempati Hotel Kiswah dan Luluah di Makkah

Senin , 13 Jun 2022, 11:57 WIB Reporter :Achmad Syalabi Ichsan/ Redaktur : Muhammad Hafil
 Jamaah Haji dari Madinah akan Tempati Hotel Kiswah dan Luluah di Makkah. Foto:  Jamaah haji Indonesia  bersiap menuju Bir Ali untuk mengambil miqat, Ahad (12/6).  Mereka akan menunaikan ibadah umroh di Masjidil Haram, Makkah.
Jamaah Haji dari Madinah akan Tempati Hotel Kiswah dan Luluah di Makkah. Foto: Jamaah haji Indonesia bersiap menuju Bir Ali untuk mengambil miqat, Ahad (12/6). Mereka akan menunaikan ibadah umroh di Masjidil Haram, Makkah.

IHRAM.CO.ID,MADINAH — Sebanyak 753 jamaah haji RI gelombang satu mulai diberangkatkan ke Makkah setelah mengambil miqat untuk ihram di Bir Ali, Madinah, Ahad (12/6/2022) sore WAS. Jamaah yang berasal dari Kloter Solo (SOC) 1 dan Jakarta-Pondok Gede (JKG) 1 itu akan ditempatkan di Hotel Kiswah dan Hotel Luluah, Makkah, usai menempuh perjalanan maksimal tujuh jam.  

 

Terkait

Baca Juga

Kepala Daker Makkah Mukhammad Khanif menjelaskan, kompleks hotel kiswah terletak di Sektor 4. Perhotelan ini memiliki kapasitas berkisar 24-25 ribu jamaah. Kompleks dengan lima tower tersebut merupakan  perhotelan dengan daya tampung terbesar dari sektor-sektor akomodasi lainnya. “Ini disewa semua untuk jamaah haji Indonesia khususnya SOC (Solo),”jelas dia kepada Tim MCH di Makkah, Arab Saudi, Sabtu (11/6/2022).

Sementara itu, jamaah dari Kloter JKG 1 akan ditempatkan di Hotel Luluah yang berada di Sektor 3. Jamaah yang berasal dari Embarkasi Jakarta-Pondok Gede itu akan menempati hotel 301.Dia menjelaskan, jamaah akan melaksanakan umrah wajib setelah menaruh koper di pemondokan dan beristirahat. Setelah itu, mereka diantar ke Masjidil Haram dengan menggunakan bus shalawat.

Bus ini disiapkan untuk mengantar jamaah Indonesia sholat lima waktu di Masjidil Haram. 

Dia menjelaskan, seluruh petugas Daker Makkah sudah berkoordinasi untuk menyiapkan kedatangan para jamaah ke Makkah. Semua seksi dari akomodasi, transportasi, bimbingan ibadah, kesehatan, hingga pelayanan kedatangan dan  kepulangan sudah siap untuk melayani para jamaah. 

Menurut dia, pihak PPIH juga sudah berkoordinasi dengan Muasasah Asia Tenggara.

Menurut dia, kooordinasi penting dilakukan mengingat pihak muasasah masih menjadi pihak yang ditunjuk Arab Saudi untuk melayani jamaah haji. “Ketika ada jamaah yang akan rotasi keberangkatan nanti semua paspor ada di muasasah. Demikian jika ada jamaah yang wafat kita koordinasi dengan muasasah,”jelas dia. 

Dari Bir Ali

Kepala Sektor Bir Ali Daker Madinah PPIH Arab Saudi Aruji Maswatu menjelaskan, jamaah diminta untuk mengenakan kain  ihram sejak di hotel. Mereka akan diberangkatkan ke Bir Ali pukul 17.00 WAS. Setelah tiba di Bir Ali, mereka diarahkan untuk ke kamar mandi untuk berwudhu di pintu yang sudah disediakan. Setelah itu, jamaah diarahkan untuk ke masjid guna menunaikan sholat sunah dua rakaat untuk kemudian berniat melaksanakan ihram. 

"Teknisnya ketika setelah sholat sampai di bus kami pastikan petugas masuk ke dalam bus akan ditanya niat umrah atau tidak,"ujar Aruji di Bir Ali, Madinah, Sabtu (11/6/2022) Waktu Arab Saudi (WAS). 

Bir Ali  menjadi tempat miqat jamaah yang akan melakukan umrah wajib dalam rangkaian haji tamattu (umrah dulu sebelum berhaji). Jamaah akan berada di Bir Ali selama satu jam.  Aruji menjelaskan, dia akan memastikan seluruh jamaah singgah di Bir Ali terlebih dahulu mengingat sebelumnya ada sopir bus yang tidak masuk tempat miqat tersebut.

Untuk memastikan itu, Aruji menjelaskan, petugas sudah menyimpan kontak semua sopir yang akan mengantar para jamaah. Jika tigapuluh menit belum sampai dari pemondokan, pihaknya akan menghubungi sopir terkait dan memintanya kembali ke Bir Ali. 

Kedua, pihaknya memastikan seluruh jamaah (pria) memakai ihram sejak dari hotel. Tentunya hal itu akan menjadi tugas PPIH di sektor. Petugas juga akan  memastikan seluruh jamaah tidak melanggar larangan ihram. Hal itu khususnya untuk jamaah laki-laki."Kami harus memastikan mereka tidak mengenakan apa-apa lagi di balik ihram,”ujar dia. 

Adapun beberapa larangan ihram yakni memakai minyak wangi, memakai penutup kepala, memakai pakaian berjahit, memakai alas kaki yang tertutup dan sebagainya. 

Keempat, pihaknya memastikan semua jamaah sudah berniat umrah. Terakhir pastikan tidak ada jemaah yang tertinggal menuju Makkah.Di Bir Ali mereka turun sesuai urutan busnya.

Di sana  ada pintu-pintu khusus untuk berwudu dan terpisah laki-laki dan perempuan. Setalah itu mereka akan salat sunah dua rakaat. Jamaah kemudian akan dibimbing untuk berniat.

Jamaah kemudian masuk ke bus dan akan kembali dicek jumlahnya.

Jika semua sudah sesuai maka bus akan diberangkatkan ke Mekah.  Aruji menjelaskan, Di Bir Ali akan ada 15 petugas dan tiga di antaranya adalah perempuan. Mereka akan bekerja mulai pukul 7.00 sampai 16.00. Hal itu karena untuk malam hari tidak boleh ada perjalanan ke Makkah. Sebaliknya pasca wukuf, tim akan bertugas di Terminal Hijrah. Petugas akan menyambut jemaah gelombang dua dari Mekah menuju Madinah. 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini