Persiapan Armuzna untuk Jamaah Haji Dicek

Kamis , 23 Jun 2022, 06:00 WIB Reporter :Achmad Syalabi Ichsan/ Redaktur : Muhammad Hafil
Persiapan Armuzna untuk Jamaah Haji Dicek. Foto:  Petugas haji menyusuri terowongan Mina di Makkah, Kegiatan ini merupakan simulasi dan geladi posko pelaksanaan operasi Arafah, Muzdalifah, dan Mina pada 9 hingga 13 Dzulhijah mendatang.
Persiapan Armuzna untuk Jamaah Haji Dicek. Foto: Petugas haji menyusuri terowongan Mina di Makkah, Kegiatan ini merupakan simulasi dan geladi posko pelaksanaan operasi Arafah, Muzdalifah, dan Mina pada 9 hingga 13 Dzulhijah mendatang.

IHRAM.CO.ID,MADINAH — Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mulai meninjau kawasan Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna) yang akan menjadi arena puncak haji. Bersama Tim MCH, Kepala Daerah Kerja Makkah PPIH Arab Saudi Mukhammad Khanif menyusuri persiapan tenda-tenda dari Arafah hingga tempat menginap jamaah di Mina. 

 

Terkait

Menurut dia, jamaah akan diberangkatkan dari hotel untuk menuju ke Arafah pada 8 Dzulhijjah. Setelah itu, maktab  akan melayani jamaah Indonesia dari nomor 1 hingga nomor 44. Maktab juga akan berperan saat  penempatan tenda, katering, hingga pengaturan bus. Maktab akan melayani jamaah yang mabit di Muzdalifah dan Mina. “Maktab sangat berperan di Armuzna ini,”ujar dia saat meninjau Armuzna bersama Tim MCH di Makkah, Ahad (19/6/2022). 

Baca Juga

Jamaah akan diantar dengan Bus Taraddudi dari Arafah ke Muzdalifah pada 9 Dzulhijjah malam.  Setelah bus diparkir di lahan yang tersedia, jamaah kemudian masuk untuk mencari dan mengumpulkan batu untuk melontar jumrah di Mina.“Kalau dikasih batu, pakai batu itu kalau mau nyari batu di sini bisa tapi biasanya batu sudah disediakan juga,”ujar dia.

Jamaah akan berada di Muzdalifah hingga tengah malam. Setelah melewati tengah malam hingga dini hari, jamaah diberangkatkan ke Mina untuk melontar jumrah. Di Muzdalifah, ujar dia, ada sejumlah toilet yang disiapkan jika jamaah ingin buang air kecil atau air besar. Selain itu, ada sejumlah karpet yang akan dihamparkan bagi jamaah untuk beristirahat.

Menurut dia, sejumlah tenda yang disiapkan di muzdalifah bukan untuk menginap akan tetapi antisipasi jika jamaah harus menunggu bus hingga siang. “Untuk mengantre agar tidak kepanasan saat hari mulai siang,”jelas dia. 

Jamaah berangsur-angsur diberangkatkan ke Mina. Dia berharap, jumlah jamaah haji Indonesia yang berkurang hingga 46 persen membuat alur distribusi jamaah berjalan lancar. Sebelum pagi, ujar dia, semua jamaah bisa berada di Mina. Jamaah akan menginap (mabit) di Mina untuk melontar jumrah. Kawasan tenda untuk jamaah haji Indonesia disebut sebagai kawasan Muayzhim. 

Pada hari pertama di Mina, jamaah akan melontar jumrah aqabah. Hari selanjutnya, jamaah akan melontar jumrah Ula, Wustha dan Aqaba. Dia menjelaskan, untuk jamaah yang mengambil nafar awal menginap hingga 12 Dzulhijjah. Sementara, jamaah yang mengambil Nafar Tsani menginap hingga 13 Dzulhijjah. Setelah itu, jamaah kembali ke Makkah.  

Perbaikan

Khanif mengungkapkan, ada perbedaan fasilitas layanan dari masyair selama jamaah di Armuzna ketimbang musim haji sebelumnya. Peningkatan fasilitas layanan tersebut mengingat adanya permintaan kenaikan tarif masyair senilai Rp 1,5 triliun menjelang pemberangkatan jamaah pada akhir Mei lalu. Meski tidak menjelaskan dengan detail, Khanif menjelaskan, fasilitas yang bisa terlihat dengan kasat mata adalah penyejuk udara (AC) yang lebih banyak ketimbang musim haji tahun sebelumnya. “Kemarin bilangnya ada kenaikan fasilitas meski tidak disebutkan secara detail,”jelas dia. 

Tidak hanya itu, fasilitas toilet untuk jamaah pun sudah diperbaiki oleh para pekerja Saudi. Menurut dia, toilet untuk jamaah selama di Armuzna sudah diperbaharui sehingga akan lebih nyaman. 

Nah ini sangat beda sekali nanti kita bisa lihat di dalamnya seperti apa. Tapi ini sudah diperbarui, semoga jamaah bisa lebih nyaman lagi terkait toilet jamaah di Mina ini,”jelas dia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini