Syeikh Sudais: Masjidil Haram dan Nabawi Siap Layanai Jamaah Haji

Senin , 20 Jun 2022, 09:33 WIB Redaktur : Muhammad Subarkah
Jamaah haji Indonesia gelombang pertama mulai melaksanakan umrah di Masjidil Haram, Makkah, Senin (13/6).
Jamaah haji Indonesia gelombang pertama mulai melaksanakan umrah di Masjidil Haram, Makkah, Senin (13/6).

REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH -- Presidensi Umum Saudi mengkonfirmasi kesiapannya untuk menerima satu juta jamaah. Saat ini mereka telah memobilisasi 10 ribu karyawan dan pekerja pria dan wanita untuk melayani para jamaah.

 

Terkait

Seperti dilansir arabnews.com Presiden Presidensi Syeikh Abdulrahman Al-Sudais meluncurkan rencana tersebut di hadapan menteri haji dan umrah, Tawfiq Al Rabiah, dan direktur Direktorat Jenderal Keamanan Publik, Letnan Jenderal Mohammed Abdullah Al Bassam. Al Sudais mengatakan bahwa semua topik, layanan, dan program ditindaklanjuti setiap saat untuk memastikan kualitas tertinggi, melalui serangkaian indikator yang diawasi oleh kepresidenan sepanjang waktu.

 

Dia mengatakan bahwa kepresidenan telah meluncurkan aplikasi pintar dan platform elektronik yang akan memfasilitasi dan memperkaya pengalaman pengunjung. Dia mengungkapkan bahwa jumlah penerima layanan digital ini telah mencapai lebih dari 160 juta. 

 

Al Sudais mengatakan bahwa kepresidenan telah mengalokasikan Gerbang Raja Abdulaziz, Gerbang Raja Fahd, dan Gerbang Bab Al Salam untuk masuknya jamaah dan pengunjung, menambahkan bahwa kepresidenan telah mengalokasikan total 144 gerbang untuk masuknya jamaah ke Masjid.

 

Selain itu, kepresidenan bekerja untuk mendistribusikan tiga juta botol air Zamzam sehari di Masjidil Haram, dan satu juta botol air Zamzam di tempat-tempat suci. Al Sudais mengatakan bahwa kapasitas operasional penuh ekspansi ketiga pelataran masjid, halaman luar dan perluasan Masjid Raja Fahd telah selesai. Halaman masjid akan disediakan hanya untuk jamaah, dengan alokasi pelataran khusus di ruang bawah tanah, dan lantai pertama untuk melakukan ritual Tawaf.

 

Dia mengatakan bahwa kepresidenan telah menerapkan standar tertinggi perlindungan lingkungan dalam layanan yang diberikan di Dua Masjid Suci.

 

“Alhamdulillah, dipastikan dua musim haji selama dua tahun terakhir bebas dari kasus epidemi di dalam Dua Masjid Suci, mengingat lingkungan Masjidil Haram adalah yang paling steril di seluruh dunia,” kata dia.

 

Beragam paket layanan telah disiapkan untuk memberdayakan jamaah haji, memfasilitasi ritual mereka dan memperkaya pengalaman mereka, terutama karena musim haji tahun ini tak terlalu ketat dibanding dua tahun lalu. Sehingga memungkinkan orang untuk melakukan ritual mereka sambil mendapatkan agama yang sehat ideal suasana.

 

Al Sudais mengatakan bahwa dua ribu kendaraan listrik telah disediakan untuk melayani orang tua dan penyandang cacat, selain menyediakan 500 staf teknik, dan bahwa khotbah Arafa akan diterjemahkan ke dalam 10 bahasa yang berbeda.n Ratna Ajeng Tejomukti

 

 

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini