Hikmah dari Nabi Muhammad tentang Hambatan Pelaksanaan Haji

Selasa , 21 Jun 2022, 07:38 WIB Reporter :mgrol135/ Redaktur : Ani Nursalikah
Masjidil Haram tempo dulu. Hikmah dari Nabi Muhammad tentang Hambatan Pelaksanaan Haji
Masjidil Haram tempo dulu. Hikmah dari Nabi Muhammad tentang Hambatan Pelaksanaan Haji

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Pasti sangat sulit bagi jutaan Muslim dari seluruh dunia tidak dapat melakukan umroh pertama di bulan Ramadhan. Sekarang adalah musim haji. Sangat disayangkan tidak semua orang bisa melaksanakannya.

 

Terkait

Sebagian besar Muslim menjalani seluruh hidup mereka untuk pengalaman mengunjungi Makkah dan Madinah terutama sebagai peziarah haji. Ini adalah impian terbesar mereka untuk berjalan di jejak para Nabi dan jejak generasi yang paling teladan dari Islam.

Baca Juga

Hal tersebut menandakan klimaks dari perjalanan spiritual seorang Muslim. Ini adalah kesimpulan dari semua keinginan spiritual dan tujuan akhir di mana semua tujuan lainnya mengarah dan akhirnya berhenti dan merupakan momen kebenaran.

Tak heran jika untuk tabungan haji orang-orang menyisihkan uang sejak muda. Mereka juga secara bertahap, tetapi terus-menerus mempersiapkan untuk saat ini, baik secara spiritual maupun mental.

Haji adalah investasi dunia lain yang hasilnya juga luar biasa. Tak seorang pun kembali dari haji kecewa, tidak yakin, dan harapannya tidak terpenuhi. Tidak ada cara yang lebih baik untuk pemenuhan diri selain haji.

Haji adalah pengalaman yang mengubah hidup. Ini adalah revolusi spiritual. Setelah haji, tidak ada kehidupan yang sama lagi. Seseorang harus melihat dan mengalaminya untuk mempercayainya.

Oleh karena itu, Rasulullah SAW menegaskan bahwa: “Setelah haji yang diterima, maka ia akan kembali dalam keadaan bersih dari dosa sebagaimana pada hari ketika ibunya melahirkannya; bahwa haji yang diterima tidak membawa pahala kecuali surga.” (HR. Al-Bukhari; Muslim)

“Haji yang diterima menghilangkan kemiskinan dan dosa sebagaimana hembusan menghilangkan kotoran besi, emas dan perak.” (HR. Al-Tirmidzi).

Secara harfiah, haji berarti “ziarah” atau “perjalanan ke tempat tujuan yang tetap”. Hal ini berasal dari kata kerja hajja, yang berarti "perjalanan" dan "pergi ke".