Jabal Magnet, Fenomena Alam yang Bikin Penasaraan Jamaah Haji

Kamis , 23 Jun 2022, 05:15 WIB Redaktur : Ani Nursalikah
Sejumlah jamaah mencoba menikmati sensasi di Jabal Magnet, Madinah. Jabal Magnet, Fenomena Alam yang Bikin Penasaraan Jamaah Haji
Sejumlah jamaah mencoba menikmati sensasi di Jabal Magnet, Madinah. Jabal Magnet, Fenomena Alam yang Bikin Penasaraan Jamaah Haji

IHRAM.CO.ID, Laporan Jurnalis Republika Achmad Syalaby Ichsan dari Madinah, Arab Saudi

 

Terkait

MADINAH -- Wadi al-Jinn atau Jabal Magnet menjadi salah satu agenda liputan tim Media Center Haji (MCH) Madinah pada Kamis (16/6/2022) lalu. Sejak dini hari, kami bergabung dengan sebuah Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) yang memandu jamaah dari kloter Jakarta-Bekasi (JKS-13) dan Jakarta-Pondok Gede (JKG-14). Selepas Sholat Subuh di Masjid Nabawi, kami menuju ke deretan bus rombongan KBIH tersebut. 

Baca Juga

Salim Harsono, pemandu dari KBIH tersebut menjelaskan, rombongan jamaah mendapat kesempatan untuk plesir ke Jabal Magnet, kebun kurma, dan percetakan Alquran. Selain itu, jamaah akan diajak melihat selintas jejak petilasan Masjid Qiblatain dan Perang Khandaq.

Salim mengungkapkan, Jabal Magnet tujuan wisata tambahan yang populer bagi jamaah Indonesia. Meski bukan termasuk objek ziarah dan tak ada hubungannya dengan sejarah Nabi, fenomena alam di lembah itu yang mengundang rasa penasaran.

Kami pun harus pergi pagi-pagi karena jamaah masih mempunyai agenda Sholat Arbain di Masjid Nabawi pada waktu zhuhur. Wadi al-Jinn berjarak sekitar 30 kilometer sebelah barat laut dari pusat Kota Madinah.

Daerah ini disebut Jabal Magnet karena memiliki misteri tersendiri. Dilansir dari Arab News, lembah ini menarik perhatian ribuan penduduk lokal dan pengunjung dari luar negeri karena fenomena alam tersebut.

Warga lokal percaya kekuatan jin hadir di Wadi Al-Jinn. Di antara banyak cerita aneh tentang lembah ini adalah tentang kendaraan yang bergerak ke atas di jalan pegunungan, tanpa perlu menginjak pedal gas. Ketika pengemudi akan mematikan mesin, mobil akan bergerak. 

Bus pun melewati bentangan gunung batu yang menjuntai bak pagar raksasa. Langit biru dan udara pegunungan benar-benar menghibur kami yang sudah harus bangun sejak pukul 03.30 pagi demi mengejar liputan plesiran ini.