Keutamaan Ibadah Haji

Selasa , 28 Jun 2022, 01:05 WIB Reporter :mgrol135/ Redaktur : Ani Nursalikah
Jamaah haji berkumpul di Jabal Rahmah, saat menunaikan ibadah wukuf di padang Arafah. Ilustrasi. Keutamaan Ibadah Haji
Jamaah haji berkumpul di Jabal Rahmah, saat menunaikan ibadah wukuf di padang Arafah. Ilustrasi. Keutamaan Ibadah Haji

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Rukun Islam yang kelima adalah haji. Bagi umat Islam yang mampu, haji adalah wajib. Menjadi mampu berarti mampu secara fisik, psikologis, dan finansial.

 

Terkait

Karena haji adalah rukun Islam, setiap Muslim yang mengingkari keberadaan ibadah ini berarti menyangkal Islam. Melakukan perjalanan pada hakikatnya adalah fardu ‘ain hukumnya bagi setiap muslim, minimal sekali seumur hidup.

Baca Juga

Kewajiban ibadah haji terhitung sejak seseorang dianggap telah memenuhi syarat wajib, yaitu beragama Islam, sudah baligh, berakal, merdeka, dan berkemampuan atau istitha'ah. Berikut merupakan keutamaan ibadah haji yang perlu diketahui, berdasarkan buku Ibadah Haji Rukun Islam Kelima karangan Ahmad Sarwat.

Keutamaan Ibadah Haji

Menjauhkan Kefakiran dan Menghapus Dosa

Salah satu hikmah yang bisa diraih oleh mereka yang melaksanakan ibadah haji adalah melenyapkan kefakiran. Rasulullah SAW bersabda: “Kerjakanlah haji dengan umrah berturut-turut, karena mengerjakan keduanya seperti itu akan melenyapkan kefakiran dan dosa-dosa sebagaimana api tukang pandai besi menghilangkan karat besi.” (HR. Ibnu Majah)

Hadits ini bisa dipahami dengan dua cara. Cara pertama, memang orang yang pergi haji itu pasti tidak fakir, sebab orang yang fakir tidak mungkin pergi haji. Kedua, terkadang di antara hikmah bagi orang yang pergi haji itu bisa mendapat motivasi untuk bekerja lebih giat.

Selain melenyapkan kefakiran, ibadah haji juga menjadi penebus dosa bagi pelakunya. Tidak ada ibadah yang lebih berharga dari yang dapat menghapus dosa-dosa.

Haji Sebanding Nilainya dengan Jihad

Jihad fi sabilillah adalah salah satu ibadah yang amat istimewa dan berpahala besar. Namun memang wajar apabila seorang berjihad mendapatkan karunia dan balasan yang amat besar mengingat berjihad itu sangat berat. Selain harus meninggalkan kampung halaman, jauh dari anak dan istri, untuk berjihad juga dibutuhkan kekuatan, kemampuan, keterampilan serta yang lebih penting adalah jihad membutuhkan harta yang cukup banyak.