Kemenag Siapkan Skenario Layanan Jamaah Indonesia Selama Puncak Haji Armuzna

Selasa , 28 Jun 2022, 03:55 WIB Reporter :Zahrotul Oktaviani/ Redaktur : Ani Nursalikah
Para pekerja menyiapkan akomodasi untuk jamaah haji menjelang pelaksanaan ibadah haji tahunan di tenda kemah di Mina pada 2021. Kemenag Siapkan Skenario Layanan Jamaah Indonesia Selama Puncak Haji Armuzna
Para pekerja menyiapkan akomodasi untuk jamaah haji menjelang pelaksanaan ibadah haji tahunan di tenda kemah di Mina pada 2021. Kemenag Siapkan Skenario Layanan Jamaah Indonesia Selama Puncak Haji Armuzna

Untuk mobilisasi jamaah selama di Armuzna, PPIH telah berkomunikasi dan menjalin kontrak dengan Organda Arab Saudi. Untuk transportasi, Kemenag melakukan kontrak dengan Naqabah (Naqabah lis-Sayyarat) dan diberikan kewenangan mengangkut jamaah dari hotel ke Arafah-Muzdalifah-Mina dan kembali ke hotel.

 

Terkait

Sejak 5 Juli 2022, seluruh bus yang beroperasi di Arab Saudi termasuk bus shalawat akan fokus disiapkan untuk melayani Armuzna. Bus shalawat baru akan beroperasi normal diperkirakan setelah 16 Juli 2022.

“Nanti setelah tanggal 5 tidak akan ada lagi bus shalawat berkeliaran. Semuanya akan ditarik untuk pelaksanaan Armuzna. Jadi tanggal 5-15 Juli 2022 tidak akan ada bus shalawat. Di periode tersebut silakan shalat lima waktu di sekitar hotel sekaligus juga hemat tenaga,” kata Arsyad.

Terkait fasilitas dan layanan di Armuzna tahun ini, jamaah haji Indonesia dipastikan akan menerima fasilitas yang jauh lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Tenda bagi jamaah selama di Arafah dan Mina misalnya, akan lebih baik dengan pendingin udara (AC) baru yang lebih dingin dari sebelumnya.

Jika tahun lalu rata-rata satu tenda hanya terpasang empat pendingin udara, tahun ini akan ditambah menjadi enam dengan pasokan listrik dari dari PLN Saudi.

Selain karpet, jamaah juga akan dimanjakan dengan adanya kasur dan bantal di dalam tenda. Dengan keberadaan kasur ini jamaah diharapkan bisa beristirahat dengan lelap, sehingga bisa mengembalikan energi fisik untuk tahapan ibadah selanjutnya.

Selain itu, satu maktab atau pemondokan yang biasanya berisi 2.900-3.000 jamaah, tahun ini hanya akan diisi 2.100 jamaah sehingga lebih longgar.

“Untuk tahun ini kapasitas per jamaah di dalam tenda 1,6 meter persegi untuk Arafah dan jamaah di Mina 0,9 meter persegi,” ujarnya.

Begitu juga dengan toilet jamaah, jika tahun sebelumnya jumlah toilet per maktab hanya 21, sekarang diperbanyak menjadi 38. Disediakan pula tambahan toilet portabel sehingga mampu mengurangi antrean toilet, khususnya di toilet perempuan.

Untuk katering, Kementerian Agama mendatangkan personel dari Ikatan Chef Indonesia, serta mahasiswa ahli resep dari Politeknik Pariwisata NHI Bandung.