Anjuran Perbanyak Zikir Bagi Jamaah Haji di Mina

Senin , 27 Jun 2022, 16:47 WIB Reporter :Imas Damayanti/ Redaktur : Agung Sasongko
Alquran dan Dzikir (ILustrasi)
Alquran dan Dzikir (ILustrasi)

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Momentum melaksanakan ibadah haji merupakan nikmat yang luar biasa bagi seorang Muslim. Dalam hal ini, jamaah haji harus dapat memanfaatkan waktu tersebut untuk memperbanyak diri beribadah, salah satunya adalah dengan memperbanyak zikir. 

 

Terkait

Allah berfirman dalam Alquran Surah Al-Baqarah ayat 203, "Wadzkurullaha fi ayyamin ma'dudaat faman ta'ajjala fi yaumaini fala itsma alaihi wa man ta'akkhara fala itsma alaihi limanittaqa wattaqullaha wa'lamuu annakum ilaihi tuhsyarun,". 

Baca Juga

Yang artinya, "Dan berzikirlah kepada Allah dalam beberapa hari yang terbilang. Barang siapa yang ingin cepat berangkat (dari Mina) sesudah dua hari, maka tiada dosa baginya. Dan barang siapa yang ingin menangguhkan maka tiada dosa pula atasnya bagi orang yang bertakwa. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah, bahwa sesungguhnya kamu akan dikumpulkan kepada-Nya,". 

Prof Quraish Shihab dalam kitab Tafsir Al-Mishbah menjelaskan, ayat ini menekankan sekali lagi perlunya zikir selama di Mina. Hal itu dinilai penting sebab Mina bukanlah satu tempat hunian masyarakat, ia bukan kota yang menampung penduduk dan aneka kegiatan. 

Amalan-amalan yang berkaitan dengan ibadah haji pun terbatas dalam melontar dan berkurban, yang keduanya hanya membutuhkan waktu yang singkat. Keadaan semacam itu dapat menjadkan seseorang mengobrol kiri dan kanan serta mengisi waktunya dengan kegiatan yang tidak bermanfaat. 

Di samping itu, kejenuhan yang diakibatkan oleh keadaan tersebut dapat mendorong seseorang untuk segera meninggalkannya. Untuk itulah guna menghindari hal tersebut, perintah berzikir menjadi sangat penting. Di sisi lain, menurut Prof Quraish, Allah sangat mengetahui keinginan banyak orang untuk bergegas meninggalkan Mina dengan segala keadaan lokasinya serta kondisi jamaah. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini