Kiai Abdullah Jaidi: Istilah Haji Akbar Menapak Tilas Perjalanan Haji Nabi

Senin , 27 Jun 2022, 17:00 WIB Reporter :Zahrotul Oktaviani/ Redaktur : Agung Sasongko
Ibadah haji di Makkah (ilustrasi)
Ibadah haji di Makkah (ilustrasi)

IHRAM.CO.ID,  JAKARTA -- Pelaksanaan ibadah haji 1443 H/2022 M semakin dekat. Beberapa pihak memprediksi puncak haji atau saat wukuf di Arafah jatuh pada Jumat 8 Juli dan disebut-sebut sebagai haji akbar.

 

Terkait

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Abdullah Jaidi menyebut istilah haji akbar sebetulnya mengacu pada pelaksanaan haji yang dilakukan oleh Rasulullah SAW. Kala itu, waktu wukuf dilaksanakan bertepatan dengan hari Jumat.

Baca Juga

"Saat ini memang ramai jika waktu wukuf jatuh hari Jum'at, orang-orang menyatakan itu haji akbar, sehingga berduyun-duyun ingin berangkat dan mengejar itu. Anggapannya pahalanya bisa berlipat-lipat dibandingkan haji biasa," ujar dia saat dihubungi Republika, Senin (27/6/2022).

Sementara, dalam QS At-Taubah disampaikan 'haji akbar' adalah haji pada hari nahar atau penyembelihan hewan kurban pada 10 Dzulhijjah. Ada pula yang menyampaikan haji akbar jatuh pada satu hari sebelumnya atau 9 Dzulhijjah, saat wukuf di Arafah.

Kiai Abdullah Jaidi pun menyampaikan haji akbar bermula dari pelaksanaan haji yang dilakukan Rasulullah SAW, yang pertama dan terakhir. Kala itu, waktu wukuf bertepatan dengan hari Jumat.

"Jadi, dianggapnya ini mengikuti jejak Rasulullah SAW. Ada afdholiyah-nya. Dianggapnya seperti itu dan ada keutamaan. Sementara hal ini kan jarang sekali terjadi," lanjutnya.