Kecewanya Muslim Eropa Terhadap Sistem Pemesanan Haji Arab Saudi

Kamis , 30 Jun 2022, 05:10 WIB Reporter :Umar Mukhtar/ Redaktur : Ani Nursalikah
Jamaah haji sedang wukuf di Arafah (Ilustrasi). Kecewanya Muslim Eropa Terhadap Sistem Pemesanan Haji Arab Saudi
Jamaah haji sedang wukuf di Arafah (Ilustrasi). Kecewanya Muslim Eropa Terhadap Sistem Pemesanan Haji Arab Saudi

IHRAM.CO.ID, LONDON -- Arab Saudi mengumumkan pada awal Juni bahwa jamaah haji tidak lagi dapat melakukan pemesanan haji melalui agen perjalanan haji Inggris. Saudi menyampaikan pemesanan harus dilakukan melalui sistem pada platform Motawif dengan undian.

 

Terkait

Namun, warga Muslim Inggris tetap tidak bisa berangkat haji meski telah memesan perjalanan haji melalui sistem Motawif. Salah satunya seperti yang dialami oleh Mohammed, ahli teknologi perangkat lunak di London Inggris.

Baca Juga

"Saya akan pergi haji bersama istri dan saudara perempuan saya karena kami telah menabung sejak 2021. Kami telah memesan untuk pergi dengan agen perjalanan. Meskipun waktu kami singkat, kami melihat situs web baru dan mendaftar ke Motawif, tapi kami tidak terpilih," kata dia dikutip dari The New Arab, Rabu (29/6/2022).

Mohammed melihat banyak kekurangan dalam sistem aplikasi baru Motawif. Dia melewati seluruh proses pendaftaran. Di sisi lain, perusahaan mengklaim telah memiliki cabang di berbagai kota. Namun, nyatanya, tidak ada kantor cabangnya di negara lain.

Warga Muslim yang lain di Inggris, Aysha, bingung dengan masalah yang dihadapi setelah ia dipilih melalui sistem yang baru itu. Dia telah melakukan pembayaran lebih dari 16 ribu poundsterling dari tabungan seumur hidupnya untuk melaksanakan ibadah haji yang telah dinanti selama bertahun-tahun.

"Kemudian saya mendapat pesan pembayaran telah dilakukan tetapi pemesanan gagal. Sekarang saya telah kehilangan semua tabungan hidup saya, tetapi tidak tahu apakah saya akan pergi haji. Saya kecewa sekali," ungkapnya.

Aysha mengatakan, seluruh pengalaman mendaftar ibadah haji tanpa perlindungan agen perjalanan haji ini memengaruhi kesejahteraan mentalnya. "Saya tidak keberatan mereka memiliki platform baru tetapi masalahnya adalah saya belum menerima tiket, visa, atau tahu apa pun tentang penerbangan."

"Uangnya sudah hilang dari akun saya, tetapi ketika saya mencoba menghubungi Motawif, ada tanggapan otomatis dan tidak ada kontak manusia ke manusia. Saya menangis begitu banyak setelah ini. Bagaimana jika saya kehilangan tabungan saya dan tidak pergi, apa yang akan saya lakukan?" tuturnya.

Aysha bukan satu-satunya yang menghadapi masalah serius setelah memesan melalui portal baru Motawif itu. Pemohon haji lain yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan kepada The New Arab masalah terbesarnya adalah perubahan sistem pada menit terakhir yang menyebabkan kepanikan dan kebingungan.

Dia mengungkapkan, sistem baru Motawif telah menjanjikan penghematan hingga 35 persen tetapi kebanyakan orang akhirnya membayar lebih. "Tidak ada rincian tentang bagaimana kami pergi dari Jeddah ke Madinah, tidak tahu siapa yang menemui kami di bandara atau apakah ada orang yang menemui kami sama sekali, juga tidak tahu bagaimana kami akan dibagi menjadi beberapa kelompok dan tidak ada syekh yang menemani kami," ujarnya.

Menurut dia, sistem baru Motawif sulit tanpa kejelasan atau panduan. "Setelah memenangkan undian, kami mengakses portal Motawif dan disuguhi empat tingkat paket, yaitu perak, emas, platinum, dan platinum plus. Dalam setiap level, ada sekitar 18 paket yang dapat dipilih," ucapnya.

Dia menambahkan, butuh berjam-jam untuk memahaminya terkait apa perbedaan harga yang dimaksud. "Ini adalah perjalanan paling mahal yang pernah saya bayar dalam hidup saya dan saya berusia 58 tahun. Saya masih belum memiliki tiket dan tidak tahu kapan saya akan menerimanya," imbuhnya.

Status pemohon di portal Motawif dibiarkan 'tertunda' dan sulit mendapatkan tanggapan dari Motawif. Sebab, menurutnya, tidak mungkin untuk menghubungi mereka. Kini ia mengalami stres dan kondisi ini telah membuatnya kehilangan suara dan sakit punggung.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini