Jamaah Haji Diminta Fokus Persiapan Puncak Haji

Kamis , 30 Jun 2022, 21:31 WIB Redaktur : Muhammad Hafil
Jamaah Haji Diminta Fokus Persiapan Puncak Haji. Foto:    Sebuah foto selebaran yang disediakan oleh Kementerian Haji dan Umrah Saudi menunjukkan jamaah haji, mengenakan masker pelindung wajah, berdoa di Jabal al-Rahmah (Bukit Rahmat) pada Hari Arafah, sebagai bagian dari ritual penting ziarah haji tahunan di kota tenda Arafat, Arab Saudi, 19 Juli 2021.
Jamaah Haji Diminta Fokus Persiapan Puncak Haji. Foto: Sebuah foto selebaran yang disediakan oleh Kementerian Haji dan Umrah Saudi menunjukkan jamaah haji, mengenakan masker pelindung wajah, berdoa di Jabal al-Rahmah (Bukit Rahmat) pada Hari Arafah, sebagai bagian dari ritual penting ziarah haji tahunan di kota tenda Arafat, Arab Saudi, 19 Juli 2021.

IHRAM.CO.ID,MAKKAH -- Jamaah calon haji diminta untuk fokus mempersiapkan fisik tiga hari menjelang puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) mulai 9 Zulhijjah atau 8 Juli 2022, kataKepala Seksi Bimbingan Ibadah Daerah Kerja Makkah Ansor.

 

Terkait

"Jadi tiga hari jelang wukuf di Armuzna itu, kita fokuskan pada persiapan fisik," kata dia di Mekkah, Kamis (30/6/2022).

Baca Juga

Pembimbing ibadah terutama yang di sektor selalu mengingatkan jamaah agar tidak memaksakan diri melakukan ibadah sunah. Terutama untuk beribadah di Masjidilharam, karena dapat menguras fisik apalagi tidak ada Bus Shalawat yang melayani jamaah dari hotel ke masjid.

"Jadi tetap kita sampaikan ke mereka, kesiapan yang fisik itulah yang utama untuk menghadapi puncak haji," katanya.

Persiapan fisik yang diperlukan adalah menjaga kesehatan dan mengonsumsi makanan yang bergizi, serta menguatkan materi terkait dengan manasik haji. Haji merupakan ibadah fisik karena semua terkait dengan pergerakan mulai dari tawaf, sai, sampai melempar jumrah di Jamarat.

Menurut dia, dari sisi ibadah, sudah dilakukan semaksimal mungkin dengan sesi bimbingan ibadah dan motivasi setiap hari terkait dengan pemahaman dan pengamalan dari pemahaman manasik haji.

"Kuncinya justru di kesehatan. Bagaimana mengatur asupan gizi dan sebagainya, saya kira di situ. Intinya kesehatan, dari sisi ibadah sudah," ujar Ansor.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini