Apa itu Haji Akbar?

Jumat , 01 Jul 2022, 18:34 WIB Redaktur : Agung Sasongko
Ilustrasi Jamaah haji dan umroh pakai masker di masa pandemi covid-19
Ilustrasi Jamaah haji dan umroh pakai masker di masa pandemi covid-19

IHRAM.CO.ID, Oleh: Ustaz Dr Amir Faishol Fath

 

Terkait

Pakar Tafsir Alquran, Dai Nasional dan CEO Fath Institute

Baca Juga

Dalam surah at-Taubah: 3, Allah SWT berfirman: Wa adzaanun minallahi wa rasuulihii ilan naasi yaumal hajjil akbari (suatu maklumat dari Allah dan Rasul-Nya pada hari Haji Akbar).

Kata akbar adalah ismut tafdhiil (superlatif) yang artinya lebih besar. Asalnya kabiir (besar), lawan kata alakbar adalah al ashghar (lebih kecil).Banyak pendapat mengenai maksud haji akbar tersebut. Dalam kitab Tuhafzul ahwazi syarah Jaamiut Turmidzi disebutkan bahwa bila wukufnya hari Jumat, pada tahun tersebut adalah haji akbar. Pendapat ini sangat masyhur sekalipun banyak ulama menolaknya. Bahkan, dikatakan tidak ada dasarnya sama sekali.

Pendapat lain mengatakan bahwa haji akbar adalah yaumun nahar (Hari Raya Kurban), yaitu tanggal sepuluh Dzulhijah, sementara haji ashghar adalah hari wukuf di Arafah, yakni sembilan Dzulhijah. Berdasarkan ini para ulama tafsir seperti Syekh Sa'di, ketika menjelaskan ayat yaumal hajjil akbar mengatakan yauman nahr, yakni Hari Raya Kurban. Ibn Syihab menyebutkan, pernyataan Hamid bin Abdurrahman bahwa yaumun nahr (Hari Raya Kurban) adalah haji akbar.

Mengapa yaumun nahr dikatakan haji akbar? Jawabannya karena berkumpul di dalamnya wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah masyaril haram, mabit di Mina selama empat hari, melempar jamarat, cukur, tawaf ifadhah, sa'i, dan rangkaian lainnya dari ritual haji.

Ibn Qudamah dalam kitabnya al Mughni menulis bab khusus dengan judul: Yaumul hajjil akbar yaumun nahr (hari haji akbar adalah Hari Raya Kurban). Dasarnya adalah khutbah yang disampaikan Nabi Muhammad SAW pada hari Nahr yang mengatakan: Hadzaa yaumul hajjil akbar (ini adalah hari haji akbar) (HR Bukhari).

Syekh asy-Sya'rawi menegaskan bahwa haji akbar adalah haji yang ada wukufnya di Arafah, sementara haji kabir adalah umrah. Sekalipun dalam pelaksanaan ibadah haji selalu bergandengan dengan umrah baik haji tamattu' atau qiran atau ifrad, tetapi hakikatnya kedua ibadah tersebut berbeda.

Haji dilaksanakan pada tanggal tertentu pada bulan Dzulhijah, sementara umrah bisa dilakukan kapan saja tanpa terikat tanggal dan waktu. Pemahaman ini diambil dari ayat: Wa atimmul hajja wal umrata lillahhi bahwa huruf wawu di sini adalah lilmughayarah (untuk menunjukkan makna berbeda antara keduanya).

Berdasarkan ini, lebih tepat jika dikatakan setiap haji yang ada wukufnya adalah haji akbar, sekalipun wukufnya tidak pada hari Jumat. Sebab pada saat wukuf, mabit di Muzdalifah dan melempar jumrah di Mina, suasana ketika itu benar-benar dihadiri oleh sejumlah besar hamba-hamba Allah yang datang dari berbagai belahan bumi. Itu pun hanya terjadi setahun sekali. Adapun ibadah umrah adalah haji kabir atau ashghar. Sebab ia terjadi sepanjang tahun dan pesertanya tidak sebesar jamaah haji.

sumber : Republika
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini