Pemkot Depok Lakukan Vaksin PMK ke 492 Ekor Hewan Ternak

Sabtu , 02 Jul 2022, 13:44 WIB Reporter :Rusdi Nurdiansyah/ Redaktur : Muhammad Hafil
Dokter hewan DKP3 memberikan edukasi terkait wabah PMK kepada peternak di salah satu peternakan di Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Kamis (12/5/2022). Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Depok melakukan pemeriksaan ke sejumlah peternak sapi untuk mengidentifikasi wabah PMK dan mengedukasi pemilik peternakan terkait wabah PMK.
Dokter hewan DKP3 memberikan edukasi terkait wabah PMK kepada peternak di salah satu peternakan di Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Kamis (12/5/2022). Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Depok melakukan pemeriksaan ke sejumlah peternak sapi untuk mengidentifikasi wabah PMK dan mengedukasi pemilik peternakan terkait wabah PMK.

IHRAM.CO.ID,DEPOK--Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Depok telah menyuntikan 500 dosis vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) kepada hewan ternak. Tercatat sebanyak 492 hewan ternak berhasil divaksin PMK.

 

Terkait

"Hingga 29 Juni, 500 dosis PMK yang kita peroleh seluruhnya sudah berhasil kita suntikan ke hewan ternak," ujar Kepala DKP3 Kota Depok, Widyati Riyandani di Balai Kota Depok, (1/07/2022).

Baca Juga

Widyati mengatakan, vaksin PMK diberikan ke sapi potong, sapi perah dan kerbau. Dengan rincian, sapi potong 290 ekor, sapi perah 201 ekor dan kerbau satu ekor. "Pelaksanaan vaksinasi dilakukan di seluruh wilayah Kota Depok yang tersebar di 11 kecamatan," ungkapnya. 

Dia menambahkan, pada 23 Juni 2022, Kota Depok telah menerima vaksin PMK sebanyak 500 dosis. Pemberian vaksin booster kedua dan ketiga dilakukan setelah pembagian vaksin disebar ke daerah-daerah. 

"PMK adalah penyakit yang disebabkan oleh virus, bersifat akut pada ternak berkuku belah dua seperti sapi, kambing, domba, babi.  Menteri Pertanian, bapak Syahrul Yasin Limpo, telah menetapkan status wabah di Provinsi Jawa Timur dan Aceh, sedangkan di Kota Depok statusnya telah menjadi daerah tertular," jelas Widyati. 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini