Rabu 13 Jul 2022 23:01 WIB

Layanan Kesehatan Jamaah Haji akan Tetap Beroperasi Pascapuncak Haji

Jamaah haji diminta tetap disiplin memakai masker demi kesehatan

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Nashih Nashrullah
Ilustrasi protokol kesehatan jamaah haji. Jamaah haji diminta tetap disiplin memakai masker demi kesehatan
Foto: Republika/Ali Yusuf
Ilustrasi protokol kesehatan jamaah haji. Jamaah haji diminta tetap disiplin memakai masker demi kesehatan

IHRAM.CO.ID, JAKARTA— Puncak Ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) telah berakhir. Petugas kesehatan baik tim petugas penyelenggara ibadah haji (PPIH) Arab Saudi Bidang Kesehatan maupun tenaga kesehatan haji (TKH) kloter kembali menempati pos masing masing, mengikuti pola pergerakan jamaah haji.

“Pelayanan kesehatan kembali ke kloter, sektor, dan KKHI” jelas Kepala Pusat Kesehatan Haji dr  Budi Sylvana, MARS, dalam keterangan persnya, Rabu (13/7/2022).

Baca Juga

Budi mengatakan pasca-Armuzna, pelayanan kesehatan difokuskan pada menjaga kondisi kesehatan jamaah sebaik mungkin baik pelayanan kesehatan di tingkat kloter, sektor, maupun Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI). "Fokus kita saat ini menjaga kondisi kesehatan jamaah setelah Armuzna,” kata dia. 

Dia terus mengingatkan perihal kewaspadaan petugas kesehatan yang tidak boleh berkurang meski puncak pelaksanaan ibadah haji telah selesai sehingga tidak terjadinya kekambuhan penyakit jamaah.

Untuk itu pihaknya terus memperkuat skrining kesehatan jamaah haji di tingkat kloter dengan tetap mempertahankan formasi 30. Selain itu pelayanan kesehatan di sektor dan KKHI tetap berjalan seperti biasa sampai masa operasional haji selesai.

“Sehingga tidak menyebabkan penurunan kondisi kesehatan atau munculnya kekambuhan penyakit-penyakit yang sebelumnya sudah dimiliki jamaah sejak di Indonesia,” ujarnya.

Selain kesiapsiagaan pelayanan kesehatan, pihaknya menyatakan saat ini tim kesehatan menyiapkan tanazul awal bagi jamaah sakit untuk kembali ke tanah air saat kondisinya laik terbang. “Sampai saat ini kami juga masih menerima usulan tanazul dari kloter,” ujar dr Budi

Dia juga berpesan khusus kepada para jamaah haji, mengingat pasca-Armuzna terjadi pergeseran tren penyakit jamaah haji. Hingga selasa (12/7) tercatat sebanyak 14.962 jamaah haji mengalami batuk pilek, menggeser hipertensi ke posisi kedua dengan 12.720 kasus. Sementara posisi ketiga ditempati oleh penyakit saluran pernafasan sebanyak 6.785 kasus. Nyeri otot di posisi keempat dengan 5.272 kasus.

Khusus kepada jamaah haji gelombang pertama yang akan segera pulang ke indonesia diminta untuk tetap disiplin terhadap protokol kesehatan, mengingat pelaksanakan ibadah haji kali ini dilaksanakan dalam periode kesiapsiagaan terhadap Covid-19.

“Ingat masker tidak hanya melindungi kita dari Covid-19, melainkan juga dari potensi penularan penyakit lainnya,” ujar dr Budi.

Bagi jamaah haji yang akan menuju Madinah juga diimbau selain disiplin prokes, juga untuk tetap jangan tunggu haus dan selalu menggunakan APD terutama saat beraktivitas di luar pemondokan bertujuan untuk mengindarkan jamaah dari kelelahan dan dehidrasi. “Ingat kelelahan dan dehidrasi dapat memicu munculnya penyakit lainnya,” ujar dia.    

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement