Jamaah Haji Hanya Diperkenankan Bawa Tiga Tas Saat Kepulangan

Senin , 18 Jul 2022, 23:27 WIB Reporter :Rr Laeny Sulistyawati / Redaktur : Nashih Nashrullah
Ketua PPIH Arab Saudi, Arsad Hidayat, menjelaskan PPIH Arab Saudi batasi bawaan jamaah haji merujuk pada aturan maskapai
Ketua PPIH Arab Saudi, Arsad Hidayat, menjelaskan PPIH Arab Saudi batasi bawaan jamaah haji merujuk pada aturan maskapai

IHRAM.CO.ID, MAKKAH— Jamaah haji hanya diperkenankan membawa tiga tas dalam penerbangan pulang ke Tanah Air. 

 

Terkait

Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Arsad Hidayat mengatakan  saat pulang, jamaah hanya diperbolehkan bawa tas koper, tas tangan dan tas paspor. “Koper maksimal 32 kg dan tas tangan maksimal tujuh kg dan tas paspor," kata Arsad di Jeddah, Senin.

Baca Juga

Lebih lanjut, Arsad mengatakan jamaah saat di bandara masih ditemukan membawa tas alat pelindung diri atau tas alat kesehatan yang dibagikan saat keberangkatan.

"Saya temukan jamaah protes kenapa saat kedatangan mereka diperkenankan membawa tas kesehatan, tapi saat kepulangan tidak boleh membawanya," ujar dia.

Arsad mengatakan akan terus mensosialisasikan kepada para petugas di Makkah dan Madinah agar disampaikan ke jamaah bahwa hanya diperkenankan membawa tiga tas.

Sementara itu, hingga hari keempat pemulangan jamaah haji gelombang pertama sejak 15 Juli 2022, berjalan relatif lancar.

Sebelumnya masih ditemukan jamaah yang membawa air zamzam dalam koper bagasi, sehingga dikembalikan untuk dibongkar sendiri oleh jamaah.

Hal tersebut, menurut dia, menjadi pelajaran bagi jamaah lainnya bahwa apapun yang dimasukkan ke dalam koper termasuk air zamzam akan dikeluarkan.

Sementara itu, secara terpisah  Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta para jamaah ibadah haji yang tiba di Indonesia untuk tidak bertemu dengan anggota keluarga. Pertemuan bisa dilakukan setelah melakukan karantina mandiri, tentunya dengan pembatasan.   

Juru Bicara Kemenkes, Mohammad Syahril, mengakui seringkali para jamaah rasanya senang bisa menunaikan haji dan senang bertemu keluarganya.

"Tetapi mereka boleh bertemu setelah melakukan karantina mandiri di rumah namun dengan pembatasan. Bukan karena tak boleh (bertemu) melainkan untuk menghindari semuanya," ujarnya di konferensi virtual, Senin (18/7/2022).

Artinya, dia meminta aktivitas seperti cium pipi kanan (cipika) cium pipi kiri (cipiki), berpelukan saat ini perlu dihindari karena menjaga diri. Syahril mengingatkan, saat ini masih dalam kondisi pandemi. 

Artinya masih ada kemungkinan terjadi penambahan kasus baru Covid-19 atau kasus melandai alias terjadi fluktuasi. "Jangan heran kasus Covid-19 akan meningkat, termasuk saat ini kasus Covid-19 yang sedang naik," ujarnya.    

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini