Saudi dan Pakistan Bahas Upaya Meningkatkan Ekonomi Digital

Selasa , 02 Aug 2022, 07:05 WIB Reporter :Umar Mukhtar/ Redaktur : Agung Sasongko
Seorang anggota pasukan khusus Saudi mengangkat bendera nasional Saudi selama parade militer dalam persiapan untuk haji tahunan, di kota suci Muslim Mekah, Arab Saudi, Ahad, 3 Juli 2022.
Seorang anggota pasukan khusus Saudi mengangkat bendera nasional Saudi selama parade militer dalam persiapan untuk haji tahunan, di kota suci Muslim Mekah, Arab Saudi, Ahad, 3 Juli 2022.

IHRAM.CO.ID,RIYADH -- Menteri Komunikasi dan Informatika Arab Saudi Abdullah bin Amer Al-Swaha bertemu dengan Duta Besar Pakistan untuk Kerajaan Arab Saudi, Ameer Khurram Rathore, Ahad (31/7) waktu setempat. Keduanya membahas peningkatan hubungan bilateral antarkedua negara.

 

Terkait

Di antara yang dibahas, seperti dilansir Al Riyadh Daily, Senin (1/8), yaitu soal langkah meningkatkan hubungan bilateral dalam mendukung pertumbuhan ekonomi digital. Termasuk juga upaya mendorong kewirausahaan dan investasi.

Baca Juga

Keduanya juga membahas upaya lebih lanjut terkait kerja sama di berbagai bidang yang lain khususnya pada komunikasi dan teknologi dan informasi. Bidang ini diperlukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital, transformasi digital, dan e-governance, selain tentunya infrastruktur digital.

Pertemuan tersebut juga membahas hubungan bilateral, dan aspirasi Kerajaan untuk ekonomi digital. Menteri Al-Swaha dan Dubes Rathore dalam kesempatan itu juga memperkenalkan perusahaan di kedua negara tentang keuntungan dan insentif investasi di pasar komunikasi dan teknologi informasi di negara masing-masing.

Saudi selama ini telah melakukan langkah besar untuk mendigitalisasi berbagai sektor di negaranya. Di antaranya adalah sektor kesehatan dan kesenia. Pada kesehatan, Saudi menjadikan kesehatan digital sebagai prioritas untuk pengembangan layanan kesehatan.

Sejumlah proyek telah diluncurkan seperti aplikasi 'Mawid' yang memungkinkan pengguna untuk membuat janji (medis) terlebih dulu. Lebih dari 14 juta pengguna telah terdaftar di aplikasi dan lebih dari 60 juta janji telah dibuat. Layanan yang diberikan dalam beberapa bulan terakhir sangat membantu warga dan sektor kesehatan. Komunikasi antara dokter dan pasien telah meningkat serta memotong waktu pemberian obat.

Pada kesenian, Saudi telah memulai pembangunan Ad Diriyah Art Oasis. Ini akan menjadi pusat seni digital pertama yang ada di dunia. Proyek ini merupakan kerja sama antara Otoritas Pengembangan Gerbang Diriyah (DGDA) dan Kementerian Kebudayaan Arab Saudi untuk mendorong inovasi di bidang digital, kecerdasan buatan, dan teknologi modern.

Berada di jantung kota Ad Diriyah, pusat seni digital yang dirancang oleh Amedeo Schiattarella ini akan menjadi bagian dari distrik warisan Al Bujairi seluas 10 ribu meter persegi. Di dalamnya dilengkapi dengan enam studio seni, fasilitas hiburan remaja dan perpustakaan, serta teater untuk lokakarya dan kuliah.

Selain itu seni digital, fotografi, produksi film dan seni suara. Serta desain grafis, pemodelan 3d, animasi dan grafik animasi. Terdapat juga pusat penelitian seni komputer yakni sebuah program pendidikan yang mengeksplorasi budaya yang berkembang dalam konteks dunia kontemporer.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini