Serangan Israel ke Gaza, Putri UEA Bandingkan Kematian Muslim dengan Holocaust

Selasa , 09 Aug 2022, 21:34 WIB Reporter :Alkhaledi Kurnialam/ Redaktur : Muhammad Hafil
Israeli soldiers arrest a Palestinian man during clashes following a protest in the city center of the West Bank city of Hebron, 09 August 2022.Three Palestinians were killed, on 09 August, when Israeli soldiers blew up a house they were inside in the old town of the West Bank city of Nablus, according to medical sources. The Ministry of Health confirmed the death of the three Palestinians who were brought to a hospital in very critical condition.
Israeli soldiers arrest a Palestinian man during clashes following a protest in the city center of the West Bank city of Hebron, 09 August 2022.Three Palestinians were killed, on 09 August, when Israeli soldiers blew up a house they were inside in the old town of the West Bank city of Nablus, according to medical sources. The Ministry of Health confirmed the death of the three Palestinians who were brought to a hospital in very critical condition.

IHRAM.CO.ID,ABUDHABI–Putri UEA, Sheikha Hend Bint Faisal Al Qasimi mengkritik agresi terbaru Israel di Jalur Gaza yang terkepung. Terutama setelah tewasnya 44 warga Palestina, termasuk 15 anak-anak dan lebih dari 360 orang terluka.

 

Terkait

Baca Juga

"Media yang dikendalikan oleh Anda tahu siapa, ingin Anda bahkan tidak merasa sedikit pun simpati untuk anak bayi yang meninggal dengan mengklaim ayah mereka teroris dan sengaja menggunakan mereka sebagai tameng manusia. Tidak ada yang percaya Anda. Tumbuh dewasa. Hentikan perang," tulis Sheikha Hend di Twitter dilansir dari Middle East Monitor, Selasa (9/8/2022).

"Israel membingkai Gaza untuk 'mempersiapkan' Jihad Islam. Jadi, mereka melihat pemboman dan pembunuhan warga sipil dan bayi sebagai hal yang dapat dimengerti dan dibenarkan. AS menyebut ini 'pertahanan diri'. Wow. Wow," tambahnya.

Dia membandingkan kematian Muslim dengan orang-orang Yahudi selama Holocaust.

"6.636.235 orang Yahudi terbunuh dalam WW2 di Eropa. Setidaknya 12,5 juta Muslim tewas dalam perang dalam 25 tahun terakhir. Anda tidak pernah mendengar seorang Muslim menulis buku, film juga undang-undang bahwa jika Anda tidak bersimpati dengan penderitaan kami, Anda bukan manusia biasa. Kami memaafkan dan melanjutkan,"katanya.

Sementara Dewan Keamanan PBB menggelar pertemuan darurat untuk membahas situasi di Jalur Gaza, Senin (8/8/2022). Beberapa anggota menyuarakan keprihatinan atas pertempuran selama tiga hari antara Israel dan kelompok Jihad Islam.

“Gencatan senjata itu rapuh,” kata Utusan PBB untuk Timur Tengah Tor Wennesland lewat tautan video pada awal pertemuan, dikutip laman Al Arabiya. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini