Bunuh Diri di Yordania Meningkat Pasca-Covid-19

Rabu , 10 Aug 2022, 11:44 WIB Reporter :Mabruroh/ Redaktur : Ani Nursalikah
Protes Warga Yordania terhadap Pemerintah. Bunuh Diri di Yordania Meningkat Pasca-Covid-19
Protes Warga Yordania terhadap Pemerintah. Bunuh Diri di Yordania Meningkat Pasca-Covid-19

IHRAM.CO.ID, AMMAN -- Asosiasi Psikiater terkemuka Yordania mengemukakan terjadinya peningkatan kasus bunuh diri di Yordania pasca Covid-19, meskipun pandemi akan segera berakhir. Menurut mereka, meroketnya kasus bunuh diri ini disebabkan gangguan mental yang meningkat selama dan setelah pandemi. 

 

Terkait

 

Baca Juga

“Tingkat gangguan mental telah meningkat tajam selama dan setelah pandemi,” kata Walid Serhan, perwakilan Timur Tengah di Asosiasi Psikiater Dunia, dilansir dari Al Araby, Rabu (10/8/2022).

 

Ekonomi Yordania sangat terpukul oleh Covid-19, dengan kerajaan memberlakukan beberapa pembatasan karantina terberat di dunia. Berbicara pada konferensi di Amman, di mana kesehatan mental selama pandemi corona dibahas, Serhan mengatakan ada peningkatan yang signifikan dalam jumlah orang yang menderita kecemasan dan depresi di Yordania pada 2020 ketika pembatasan penguncian diterapkan.

“Gangguan terkait kecemasan dan depresi telah meningkat dalam satu tahun, masing-masing sebesar 26 persen dan 28 persen, dan angka bunuh diri diperkirakan akan terus meningkat meskipun dunia perlahan kembali normal setelah pandemi,” ujar Serhan.

 

Melihat pasien yang didiagnosis dengan Covid enam bulan setelah mereka tertular virus, Serhan mengatakan bahwa 31 persen dari mereka menderita depresi, 46 persen dari peningkatan kecemasan, dan 50 persen dari ketidakseimbangan kognitif. Dia menambahkan bahwa 36 persen dari mereka mengalami peningkatan kelelahan, sementara 38 persen lainnya mengalami masalah tidur.

 

Meskipun ada pilihan pencegahan dan pengobatan, menurutnya, kebanyakan orang dengan gangguan mental tidak memiliki perawatan yang memadai di Yordania, dan banyak yang menderita stigma, diskriminasi, dan menjadi subyek pelanggaran hak asasi manusia.

Psikiater menekankan gangguan mental tersebar luas dan tidak menjadi prioritas dalam sistem perawatan kesehatan Yordania.

 

“Pandemi virus corona telah menunjukkan kekurangan dan kelemahan sistem,” tambahnya.

 

Bulan lalu sebuah organisasi yang mengkhususkan diri dalam kesehatan mental dan dukungan psikososial yang disebut International Medical Corps (IMC) melaporkan, bahwa ada 593 percobaan bunuh diri dan 143 bunuh diri pada 2021 dibandingkan dengan 116 kasus bunuh diri pada 2019.

 

IMC menemukan bunuh diri di Yordania memiliki banyak faktor yang berkontribusi, termasuk pandemi Covid-19 dan pengangguran yang tinggi, yang melonjak hingga hampir 25 persen. Awal tahun ini, parlemen Yordania mengesahkan undang-undang yang banyak dikritik yang mengkriminalisasi upaya bunuh diri.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini