Usai Gencatan Senjata, Pemimpin Mesir dan Israel Adakan Pembicaraan

Rabu , 10 Aug 2022, 12:52 WIB Reporter :Fuji E Permana/ Redaktur : Ani Nursalikah
 Warga Palestina mencari di antara puing-puing sebuah bangunan di mana Khaled Mansour, seorang militan Jihad Islam terkemuka tewas menyusul serangan udara Israel di Rafah, Jalur Gaza selatan, Minggu, 7 Agustus 2022. Serangan udara Israel menewaskan seorang komandan senior militan Palestina. kelompok Jihad Islam, kata pihak berwenang hari Minggu, pemimpin keduanya dibunuh di tengah meningkatnya konflik lintas batas. Usai Gencatan Senjata, Pemimpin Mesir dan Israel Adakan Pembicaraan
Warga Palestina mencari di antara puing-puing sebuah bangunan di mana Khaled Mansour, seorang militan Jihad Islam terkemuka tewas menyusul serangan udara Israel di Rafah, Jalur Gaza selatan, Minggu, 7 Agustus 2022. Serangan udara Israel menewaskan seorang komandan senior militan Palestina. kelompok Jihad Islam, kata pihak berwenang hari Minggu, pemimpin keduanya dibunuh di tengah meningkatnya konflik lintas batas. Usai Gencatan Senjata, Pemimpin Mesir dan Israel Adakan Pembicaraan

IHRAM.CO.ID, KAIRO -- Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi dan Perdana Menteri Israel Yair Lapid mengadakan pembicaraan setelah gencatan senjata yang ditengahi Mesir pada Ahad (7/8/2022) malam antara Israel dan Jihad Islam di Jalur Gaza, Palestina. Sebelumnya, serangan Israel pekan lalu menewaskan sedikitnya 44 warga Palestina, termasuk 15 anak-anak.

 

Terkait

Dilansir dari Arab News, Selasa (9/8/2022), selama dalam panggilan telepon mereka, El-Sisi mengatakan, sangat penting untuk membangun ketenangan saat ini dan mengambil langkah segera untuk memperbaiki kondisi kehidupan di Gaza. Serta mendukung Presiden Palestina Mahmoud Abbas.

Baca Juga

Sementara, Lapid menegaskan kembali peran Mesir sebagai landasan bagi perdamaian Timur Tengah. Lapid juga mengungkapkan rasa terima kasihnya atas mediasi yang efektif dalam beberapa hari terakhir.

Dalam sebuah pernyataan, Lapid mengaku, dia dan El-Sisi berbicara tentang pentingnya mempromosikan dan mengembangkan normalisasi antara Israel dan negara-negara di kawasan itu, dan pentingnya dialog untuk mencapai stabilitas di kawasan itu. Mereka juga membahas masalah kemanusiaan yang penting bagi kedua negara dan kelanjutan kerja sama ekonomi di antara mereka. 

Gencatan senjata mengakhiri pertempuran terburuk di Gaza sejak perang 11 hari tahun lalu. Israel memulai operasinya dengan membunuh seorang pemimpin Jihad Islam pada Jumat lalu, dan membunuh seorang pemimpin lainnya pada Sabtu lalu.

Sebelumnya, berdasarkan laporan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia menyampaikan, agresi Israel ke Jalur Gaza yang dimulai sejak Jumat (5/8/2022) telah mengakibatkan puluhan korban jiwa dan ratusan lainnya mengalami luka-luka. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Palestina merilis jumlah korban akibat agresi Israel hingga Ahad (7/8/2022) pukul 23.25 waktu setempat mencapai 44 orang meninggal dunia dan 360 orang luka-luka.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini