Magnet Nasi Buka Luwur Sunan Kudus

Rabu , 10 Aug 2022, 21:12 WIB Redaktur : Agung Sasongko
Sejumlah anak menunjukkan bungkusan nasi jangkrik saat puncak acara Buka Luwur Sunan Kudus di kawasan Masjid Menara Kudus, Desa Kauman, Kudus, Jawa Tengah, Senin (8/8/2022). Sebanyak 30.800 bungkus nasi jangkrik atau nasi berlauk daging kerbau dan kambing yang dibungkus daun jati dibagikan pada warga dari berbagai daerah sebagai bentuk syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkah sandang dan pangan serta mengajarkan untuk saling berbagi.
Sejumlah anak menunjukkan bungkusan nasi jangkrik saat puncak acara Buka Luwur Sunan Kudus di kawasan Masjid Menara Kudus, Desa Kauman, Kudus, Jawa Tengah, Senin (8/8/2022). Sebanyak 30.800 bungkus nasi jangkrik atau nasi berlauk daging kerbau dan kambing yang dibungkus daun jati dibagikan pada warga dari berbagai daerah sebagai bentuk syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkah sandang dan pangan serta mengajarkan untuk saling berbagi.

Seila, salah satu warga asal Jepara yang mengantre nasi jangkrik mengakui rela antre sejak pukul 05.00 WIB hanya untuk mendapatkan berkahnya Sunan Kudus melalui nasi buka luwur yang dibagikan kepada warga."Saya juga rela berdesak-desakan demi mendapatkan nasi bungkus tersebut. Mudah-mudahan, mendapatkan barokah agar saya bisa lancar menghafalkan Al Quran," katanya.

 

Terkait

Sementara warga lainnya, ada yang berharap mendapatkan berkah agar mendapatkan kemudahan jodoh. Ada pula yang meyakini bahwa nasi buka luwur tersebut, bisa dijadikan pupuk tanaman dengan cara dikeringkan terlebih dahulu.Tradisi buka luwur dengan membagi-bagikan nasi bungkus juga sudah berlangsung sejak ratusan tahun silam.

Pembagian nasi bungkus tersebut disimbolkan sebagai kesejahteraan masyarakat karena nasi disimbolkan sebagai pangan dan daun jati yang digunakan sebagai pembungkus disimbolkan sebagai sandang. ika nasi yang dibagikan kepada masyarakat cukup, dipercaya dalam setahun ke depan masyarakat tidak akan kekurangan sandang atau pakaian.Masyarakat awam juga mempercayai melalui nasi bungkus tersebut bisa mendatangkan keberkahan.

Jika dimakan dipercaya dapat terhindar dari sakit dan nasi yang disebar ke sawah dipercaya mendatangkan kesuburan.Dalam rangka pemerataan pembagian nasi jangkrik dan uyah asem, maka pembagiannya dilakukan di setiap kecamatan.

Kebijakan tersebut digagas pada masa pandemi COVID-19 untuk mengurangi kerumunan karena setiap pembagian nasi buka luwur selalu dipenuhi banyak warga.Meskipun sudah ada pembagian di masing-masing kecamatan, ternyata animo masyarakat untuk mendapatkannya secara langsung tidak surut.

Terbukti pembagian nasi buka luwur pada Senin (8/8/2022), masih dipenuhi warga yang rela antre sejak subuh hanya untuk bisa mendapatkan satu bungkus nasi.