KJRI Jeddah: Saudi tak Lagi Periksa Vaksin Meningitis

Rabu , 21 Sep 2022, 18:27 WIB Reporter :Rossi Handayani/ Redaktur : Muhammad Hafil
KJRI Jeddah: Saudi tak Lagi Periksa Vaksin Meningitis. Foto:   Seorang calon jemaah haji mendapat suntikan vaksin meningitis di RSUD Kota Serang, Banten, Selasa (24/5/2022). Sebanyak 369 orang calon jemaah haji setempat menjalani pemeriksaan kesehatan sesuai ketentuan pemerintah untuk memastikan kondisi mereka benar-benar sehat selama beribadah di tanah suci.
KJRI Jeddah: Saudi tak Lagi Periksa Vaksin Meningitis. Foto: Seorang calon jemaah haji mendapat suntikan vaksin meningitis di RSUD Kota Serang, Banten, Selasa (24/5/2022). Sebanyak 369 orang calon jemaah haji setempat menjalani pemeriksaan kesehatan sesuai ketentuan pemerintah untuk memastikan kondisi mereka benar-benar sehat selama beribadah di tanah suci.

IHRAM.CO.ID,JAKARTA -- Konsul Jenderal Republik Indonesia (Konjen) RI Jeddah Eko Hartono mengatakan, Arab Saudi di lapangan tidak lagi memeriksa jamaah terkait vaksin meningitis.

 

Terkait

Baca Juga

"Sesuai info terakhir dari Kementerian Haji dan Umrah bahwa jamaah disarankan dapat vaksin meningitis. Tapi memang Saudi di lapangan tidak lagi memeriksa apakah jamaah dapat vaksin tersebut (meningitis)," kata Eko pada Rabu (21/9/2022).

Kendati demikian, Eko mengatakan, jamaah tetap disarankan mendapatkan vaksin meningitis. Sementara vaksin meningitis di tanah air disebut tengah mengalami kelangkaan.

"Ya sebenarnya diaturan mereka masih tertulis syarat meningitis untuk umrah. Tapi di pantauan kami hal itu tidak diperiksa oleh petugas Saudi," kata Eko.

Sementara itu, Kemenkes disebut telah merespons antara lain dengan upaya merealokasi distribusi ketersediaan vaksin meningitis sesuai dengan sebaran populasi jamaah umroh per provinsi, dan percepatan pengadaan vaksin baru yang akan tersedia dalam waktu dekat.

Di samping itu, dalam Focus Group Discussion (FGD) Kementerian Agama (Kemenag) bersama Asosiasi Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh (PPIU) belum lama ini dihasilkan beberapa hal terkait mitigasi risiko permasalahan umroh.

Termasuk merealokasi ketersediaan vaksin meningitis saat ini dengan mendistribusikan vaksin sesuai dengan sebaran jamaah umroh pada masing-masing provinsi.

Lalu, melakukan percepatan penyediaan vaksin meningitis sebanyak 220 ribu vaksin yang rencananya tersedia pada Oktober 2022, bekerja sama dengan produsen untuk memproduksi secara mandiri vaksin meningitis di dalam negeri.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini