Benteng Arak, Kediaman Bukhara Khan

Senin , 03 Oct 2022, 20:55 WIB Redaktur : Agung Sasongko
Ark Citadel (Benteng Bahtera) di Kota Bukhara, Uzbekistan.
Ark Citadel (Benteng Bahtera) di Kota Bukhara, Uzbekistan.

IHRAM.CO.ID, Citadel Ark merupakan tempat kediaman Bukhara Khan, penguasa wilayah itu. Menurut sejarah, benteng ini ditempati keluarga Bukhara sejak 4 abad SM. Selain tempat tinggal, Citadel Ark juga difungsikan sebagai tempat jamuan kerabat dan pejabat. 

 

Terkait

Di kompleks Citadel Ark ada beberapa ruang yang konon pada masa itu difungsikan sebagai masjid, penginapan tamu, kamar ritual, pos penjaga, toko pakaian, gudang karpet, peralatan, harta, gudang senjata, penjara dan koleksi-koleksi lainnya. Selain itu, Citadel Ark juga memiliki sebuah paviliun musik yang dibangun pada abad ke-17.

Selain terdapat ruangan eksotis tempat raja mendengarkan musik dan tarian, benteng ini juga memiliki gerbang angker dengan bentuk melengkung, yang jika dilihat bisa membangkitkan hawa yang mengerikan. Dari sisi gerbang itu terdapat 12 relung yang mengarahkan pandangan ke ruang bawah tanah yang lembap. Ruang tersebut disebut-sebut adalah lokasi penyiksaan tahanan. 

Namun, jika terus melangkah di sebelah gerbang angker itu, akan ada tempat yang menarik, tepatnya di selatan pintu masuk dari balkon. Di sana ada hiasan takhta kamar dari emir Bukhara. Ruangan ini menggambarkan tempat upacara dan festival keluarga serta kerabat raja. Ruangan yang cukup menampung ribuan tamu ini, halamannya dikelilingi oleh lapisan kayu yang dicat warna cokelat.

Menurut legenda, Benteng Citadel Ark ini dibangun oleh pahlawan epik Siyavush. Pemuda tampan ini membangun benteng ini karena jatuh cinta kepada putri penguasa Afrasiab. Akan tetapi, ayah gadis itu menyuruh Siyavush untuk membangun sebuah istana pada kulit banteng, jika ia ingin menikahi putrinya. Tapi, Siyavush cerdik, ia memotong kulit menjadi setrip tipis yang menghubungkan ujung bersama-sama dan membangun sebuah istana. 

sumber : Republika
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini