Temuan Peradaban Islam yang Mengubah Dunia

Rabu , 05 Oct 2022, 21:21 WIB Redaktur : Agung Sasongko
Kopi (ilustrasi)
Kopi (ilustrasi)

Marching band

 

Terkait

Marching band merupakan pertunjukan musik yang sangat populer di negara Barat dan Latin. Menampilkan sejumlah komponen alat musik yang dimainkan banyak orang, marching band biasanya digelar dalam sebuah pawai kegiatan olah raga di lapangan terbuka atau jalan raya. Tujuannya untuk menghibur penonton sekaligus memberi semangat kepada para pemain yang sedang bertanding.

Namun, tak banyak orang tahu jika marching band erat kaitannya dengan sejarah peradaban Islam. Kesultanan Turki Usmani, misalnya, telah mengenal marching band pada sekitar tahun 1300 Masehi. Sebagai bagian dari kelengkapan pasukan elite di masa Kesultanan Usmani, marching band dimaksudkan untuk membuat musuh gentar, juga untuk  mendatangkan bala bantuan dari sekutu dengan cara memainkan musik secara keras.

Menggunakan drum ukuran besar serta simbal yang diadukan, suara yang dilahirkan marching band bisa mencapai ratusan kilometer. Maka, selama berabad-abad, marching band telah menemani pasukan Usmani bertempur untuk menakuti lawan.

Belakangan, negara-negara Kristen di Eropa juga menggunakan marching band untuk menakuti musuh. Hal itu bermula ketika dalam sebuah pertempuran di Wina pada 1683, pasukan Usmani terdesak dan mundur lalu meninggalkan puluhan alat musiknya. Melihat hal itu, orang-orang Austria kemudian dikumpulkan untuk mempelajarinya. Sejak itulah, negara-negara Eropa mulai melengkapi pasukannya dengan marching band.