Arab Saudi Jadi Negara Paling Banyak Dikunjungi di Arab pada 2022

Kamis , 06 Oct 2022, 12:30 WIB Reporter :Rr Laeny Sulistyawati/ Redaktur : Ani Nursalikah
Turis berdiri di papan Jeddah Corniche di Jeddah, Arab Saudi. Saudi kini memberikan visa turis bagi wisatawan non-Muslim sejak September 2019. Arab Saudi Jadi Negara Paling Banyak Dikunjungi di Arab pada 2022
Turis berdiri di papan Jeddah Corniche di Jeddah, Arab Saudi. Saudi kini memberikan visa turis bagi wisatawan non-Muslim sejak September 2019. Arab Saudi Jadi Negara Paling Banyak Dikunjungi di Arab pada 2022

IHRAM.CO.ID, RIYADH -- Arab Saudi menduduki puncak daftar negara-negara Arab dengan wisatawan terbanyak pada 2022. Peringkat ini dirilis oleh Organisasi Pariwisata Dunia (WTO).

 

Terkait

 

Baca Juga

"Lebih dari 18 juta turis telah mengunjungi Arab Saudi sepanjang tahun ini," statistik menunjukkan seperti dikutip dari laman Al Arabiya, Kamis (6/10/2022).

Itu menjadikan Arab Saudi sebagai negara yang paling banyak dikunjungi di dunia Arab pada 2022. Kemudian Uni Emirat Arab sebanyak 14,8 juta dan Maroko 11 juta turis melengkapi posisi tiga besar teratas.

Kemudian, Suriah ada di urutan keempat dengan 8,5 juta turis, disusul Tunisia 5,7 juta turis, Mesir 5,2 juta turis, Bahrain  4,3 juta turis, Yordania 3,5 juta turis, Qatar 2,9 juta turis, dan Oman 2,3 juta turis. Kemudian, Aljazair sebanyak 2 juta, Lebanon 1,6 juta, Irak 1,5 juta, Yaman 1 juta, Sudan 800 ribu, dan Palestina 400 ribu wisatawan. 

"Kuwait menjadi negara urutan terbawah dengan 203 ribu," statistik menyebutkan.

Pariwisata adalah salah satu pilar terpenting visi 2030 Arab Saudi yang ambisius. Negara ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan tahunan menjadi 100 juta pengunjung pada 2030.

Pada Agustus, kabinet Arab Saudi menyetujui undang-undang baru untuk meningkatkan daya saing sektor pariwisata. Menteri Pariwisata Arab Saudi Ahmad al-Khateeb mengatakan undang-undang yang baru disetujui itu sejalan dengan perintah kepemimpinan untuk membangun seltor pariwisata yang kompetitif dan berkontribusi pada tujuan visi 2030.

Sesuai undang-undang, bisnis akan diberikan lisensi khusus dan dukungan dari kementerian yang akan merampingkan prosedur perizinan dengan menciptakan platform satu atap untuk semua pemangku kepentingan wisata.

Hal ini bertujuan mempercepat pencapaian tujuan strategi pariwisata nasional- rencana yang bertujuan meningkatkan kontribusi sektor pariwisata dalam pendapatan domestik bruto (PDB) hingga 10 persen dan menciptakan satu juta lapangan kerja baru di sektor pariwisata.

Fitur profil tinggi dari dorongan pariwisata adalah proyek-proyek raksasa yang dipelopori oleh putra mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, termasuk megacity futuristik NEOM dan Diriyah senilai 500 miliar dolar AS, pusat negara bagian Arab Saudi pertama yang sedang dibangun kembali sebagai warisan dan tujuan hiburan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini