Sabtu 22 Oct 2022 12:15 WIB

Universitas King Faisal Saudi Kantongi Paten Perpanjang Umur Simpan Kurma

Solusi alternatif ini meningkatkan umur simpan kurma dari 1 bulan menjadi 100 hari.

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Ani Nursalikah
Kurma Arab Saudi. Universitas King Faisal Saudi Kantongi Paten Perpanjang Umur Simpan Kurma
Foto: Saudi Gazette
Kurma Arab Saudi. Universitas King Faisal Saudi Kantongi Paten Perpanjang Umur Simpan Kurma

IHRAM.CO.ID, MAKKAH -- Otoritas Arab Saudi untuk Kekayaan Intelektual telah memberikan paten bagi Universitas King Faisal. Universitas ini berhasil menghadirkan solusi alternatif sterilisasi kurma guna meningkatkan umur simpannya dari satu bulan menjadi 100 hari.

Asisten profesor mikrobiologi dan keamanan pangan di Departemen Ilmu Pangan dan Gizi universitas Fahd bin Abdulrahman Al-Asmari mengatakan pencapaian ini ramah lingkungan karena mengandalkan bahan alami yang tidak membahayakan manusia atau lingkungan.

Baca Juga

“Teknik fotosensitisasi digunakan dalam proses ini, di mana kurma disemprotkan dengan fotosensitizer, kemudian terkena cahaya dengan panjang gelombang tertentu dalam rentang yang terlihat mata," ujar dia, dikutip di Arab News, Sabtu (22/10/2022).

Selama proses ini, gelombang cahaya (foton) disebut bereaksi dengan fotosensitizer, menyebabkan reaksi antara foton dan nanopartikel yang terakhir. Produk dari reaksi tersebut adalah energi tinggi dan bahan pengoksidasi, yang digunakan untuk membunuh mikroba.

 

Kerajaan Saudi berada di antara negara-negara penghasil kurma teratas di dunia. Al-Asmari pun menggambarkan buah tersebut sebagai produk strategis untuk negara ini. Namun, produksi dan penyimpanan kurma menghadapi beberapa tantangan, termasuk faktor lingkungan dan mikroba.

Ia pun menunjukkan beberapa tahun yang lalu timnya melihat nukleus jamur tumbuh pada kurma dengan kandungan gula yang lebih tinggi, yang hilang tak lama setelah penyimpanan. Hal ini mengarahkan tim untuk menyelidiki cara alternatif yang ramah lingkungan dan efisien untuk melestarikan kurma.

Tapi percobaan awal terbukti tidak produktif. Pihaknya melihat perubahan warna dan tekstur kurma yang diawetkan, menjadikannya tidak dapat dikonsumsi. Namun, setelah banyak upaya lain, terobosan ditemukan.

“Kami menemukan metode baru yang mengandalkan pendekatan unik menggunakan bahan-bahan alami. Metode ini ramah lingkungan dan tidak berbahaya. Selain itu, ini adalah alternatif yang bagus untuk penggunaan bahan kimia sterilisasi di beberapa pabrik kurma," lanjut dia.

Metode alternatif ini memproses kurma dengan fotosensitisasi, di mana kurma disemprot dengan fotosensitizer alami. Kurma menjadi sensitif terhadap sinar cahaya, dan mereka terkena cahaya intens yang dikenal sebagai spektrum yang terlihat.

Akibatnya, umur simpan kurma dapat diperpanjang sebanyak tiga kali lipat. Penemuan ini juga disebut akan memperpanjang masa berlaku tanggal, meningkatkan kualitas dan meningkatkan kompetensi pemasaran mereka di luar Kerajaan. Di tahun ini, Universitas King Faisal dilaporkan telah dianugerahi 12 paten berbeda.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement