Perusahaan Vietnam Diminta Manfaatkan Pasar Muslim dengan Produk Halal

Selasa , 08 Nov 2022, 11:49 WIB Reporter :Zahrotul Oktaviani/ Redaktur : Muhammad Hafil
Sejumlah pengunjung menyantap sajian Restoran Batavia di kawasan Ba Dinh, Hanoi, Vietnam, Jumat (13/5/2022). Restoran milik salah satu staf KBRI, Azhar Rizal, yang didirikan sejak 2017 tersebut menjadi satu-satunya tempat makan masakan Indonesia dan menjadi satu rujukan dari beberapa tempat makanan halal di Hanoi bagi para kontingen dan media pers selama SEA Games 2021 Vietnam.
Sejumlah pengunjung menyantap sajian Restoran Batavia di kawasan Ba Dinh, Hanoi, Vietnam, Jumat (13/5/2022). Restoran milik salah satu staf KBRI, Azhar Rizal, yang didirikan sejak 2017 tersebut menjadi satu-satunya tempat makan masakan Indonesia dan menjadi satu rujukan dari beberapa tempat makanan halal di Hanoi bagi para kontingen dan media pers selama SEA Games 2021 Vietnam.

IHRAM.CO.ID,HANOI -- Junlah Muslim di dunia saat ini disebut hampir mencapai dua miliar. Meningkatnya permintaan produk halal membuka potensi pasar yang sangat besar bagi perusahaan di dunia, termasuk Vietnam.

 

Terkait

Baca Juga

Wakil Direktur Pusat Promosi Perdagangan dan Investasi Kota HCM (ITPC) Vietnam, Nguyen Tuan, mengatakan bisnis Vietnam harus memahami persyaratan halal. Tujuannya, untuk meningkatkan ekspor ke salah satu pasar dengan pertumbuhan tercepat di dunia.

"Permintaan untuk produk halal meningkat di kalangan konsumen Muslim dan non-Muslim, terutama untuk produk konsumen," katanya dikutip di Bizhub, Selasa (8/11/2022).

Ia pun menyebutkan negara-negara Muslim besar, termasuk UEA, Malaysia, Indonesia, Brunei, Pakistan dan negara lainnya di Timur Tengah.

Namun tak hanya berasal dari negara-negara itu, permintaan akan produk halal juga meningkat di pasar domestik. Hal ini seiring dengan semakin banyak Muslim asing datang ke Vietnam untuk bepergian, bekerja, maupun belajar.

Halal sendiri mengacu pada setiap tindakan atau perilaku yang diperbolehkan dalam Islam. Termasuk di dalamnya beberapa ketentuan seperti menyembelih hewan untuk konsumsi dagingnya, dengan cara yang ditentukan secara ketat.

Meski demikian, ia menyebut pangsa pasar halal Vietnam tetap berjalan dengan sederhana, serta tidak memiliki hambatan teknis atau tarif seperti di AS atau UE.

Terkait sertifikasi halal, Direktur Halal Center of Viet Nam Ramlan Osman mengatakan, untuk mendapatkannya suatu produk makanan tidak boleh tercemar oleh daging babi atau alkohol, ataupun berdampak negatif terhadap lingkungan.

"Lini produksi makanan halal harus benar-benar dipisahkan dari lini non-halal," ucap dia.

Adapun pasar halal juga mencakup produk dan layanan lain, seperti barang-barang rumah tangga, keuangan, fashion, farmasi dan kosmetik.

Untuk diketahui, aturan dan persyaratan untuk produk non-makanan tidak ketat atau tidak memerlukan pemisahan yang ketat dari produk non-halal.

Para ahli mengatakan ada hampir dua miliar Muslim di seluruh dunia dan permintaan akan produk halal bernilai sekitar 2,3 triliun dolar AS per tahun.

Hal ini lantas meningkatkan pendapatan yang dapat dibelanjakan di negara-negara Islam terkemuka, seperti UEA, Malaysia, Indonesia dan Brunei. Karena itu, hal ini juga diharapkan dapat memperluas pasar.

Mengingat hanya ada sedikit Muslim di Vietnam, perusahaan lokal masih belum terbiasa dengan standar halal yang berbeda di setiap negara. 

Sumber:

http://bizhub.vn/news/vietnamese-firms-told-to-tap-muslim-market-with-halal-products_338754.html

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini